Ekonomi Indonesia Tembus US$ 1 Triliun

0
191

Jakarta, namalonews.com- Presiden Joko widodo (Jokowi)  menyebut bahwa ekonomi Indonesia tembus US$ 1 Triliun saat ini. Dengan ukuran ekonomi seperti ini, Indonesia jadi Negara dengan ekonomi triliun dolar atau trillion dolar clup.

Trillion Dolar Club adalah sebutan untuk Negara yang punya produk domestic bruto-nya diperkirakan lebih dari Rp 13.500 Triliun. Nilai kurs rata-ratanya diprediksi mencapai Rp 13.500 per dolar AS.

Dan, Indonesia termasuk salah satu Negara dengan ekonomi trillion dolar club karena PDB-nya lebih dari US$ 1 Triliun. Apa itu Produk Dimestik Bruto (PDB)?

PDB merupakan nilai pasar barang dan jasa pada periode tertentu dan diproduksi oleh Negara; baik itu dilakukan oleh warga Negara Indonesia (WNI) atau pun warga Negara Asing (WNA). Selain itu, PDB juga bisa digunakan untuk menghitung pendapatan nasional.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa Indonesia masuk ke dalam daftar Negara Trillion Dolar Club karena terkendalinya nilai tukar rupiah. selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi alasannya.

Apa artinya Indonesia masuk ke dalam daftar Negara dengan ekonomi Trillion Dolar Club?

BI menjelaskan bahwa Indonesia masuk ke dalam daftar Negara Trillion Dolar Club menunjukkan bahwa RI mulai melangkah ke arah ekonomi besar dunia. Sekarang, Indonesia masuk sebagai ekonomi 15.

Selain itu, BI memperlihatkan laju pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini beranjak dari 4,9 persen ke 5 persen, sekarang 5,1 persen. Di 2018, pertumbuhan ekonomi RI diprediksi naik 5,1-5,5 persen.

Apa untungnya Indonesia masuk ke dalam daftar Negara Trillion Dollar Club?

Peneliti dari Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira menyebut bahwa keuntungan yang dialami Indonesia adalah akan menjadi Negara tujuan investasi terbaik.

“ekonomi dari Negara Trillion Dolar ukuran besar, sehingga para investor akan berlomba-lomba menanamkan saham,” jelas Bhima, Jakarta (1/3/2018).

Selain itu, daya tarik lain adalah jumlah tenaga kerja berlimpah, dan reformasi structural yang sedang dilakukan pemerintah termasuk di antaranya deregulasi.

Editor: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here