Jelang Bulan Puasa Pemerintah Berharap Harga Beras di HET

0
245

Jakarta, namalonews.com- Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rerata beras medium saat ini  sudah mencapai Rp12 ribu per kilogram (kg). Padahal, menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017, HET beras ditetapkan sebesar Rp9.450 per kg hingga Rp10.250 per kg. Indonesia belum bisa mengatur tentang kestabilan harga beras. Fenomena ini merugikan berbagai pihak khusus nya masyarakat.

Petani merasa dirugikan karena tidak bisa lagi mengontrol harga hasil panennya. Banyak memang faktor penyebab fluktuasi harga beras. Impor beras contohnya. “Karena ini mau puasa, kasihan masyarakat. Makanya kami ingin harga kembali normal dan tidak aneh-aneh. Tidak aneh dalam artian tidak turun jauh sekali, misal kalau medium di kisaran Rp9.400 hingga Rp9.500 per kg,” jelas Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Perekonomian pada media beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi yang demikian, pemerinta bermaksud  memperbanyak pasokan beras agar harga di pasaran bisa turun tanpa ikut merembet ke harga gabah kering. Kalau terjadi ini kan bisa menyengsarakan lagi. Dengan demikian, perubahan aturan fleksibiitas harga serapan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memang diperlukan agar petani mau menjual gabah keringnya kepada pemerintah. Pemerintah berencana, dalam hal ini Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator bidang Perekonomian,harga pembelian pemerintah atas gabah kering akan diganti yaitu meningkat 20 persen dari ketentuan yang ada dalam inpres N0.5 Tahun 2015. Tadi harga bulog untuk gabah kering Rp 3.700 sekarang para petani bisa mendapat Rp.4.440/kg gabah yag dijual ke Pemerintah.

“Agar harga turun makanya kami minta Bulog melakukan fleksibilitas harga. Bulog juga masih ada stok 600 ribu ton, ini semuanya akan kami pakai untuk menurunkan harga beras. Intinya, kami masih ada instrumen untuk mendorong harga beras ini,” imbuhnya. Menyikapi harga beras yang sekarang masih tinggi, pemerintah berharap agar harga beras segera turun kembali ke level HET (harga ecerang tertinggi).

Rizal Ramli yang sering disebut RR, “Kalau perlu banget, saya juga tidak keberatan impor, tapi diaturlah timing-nya. Waktu paceklik baru impor. Anak SD juga ngerti, masa menterinya harus diajarin anak SD,” terangnya.”Jangan jadi raja tega gitu loh, yang penting saya dapat uang dari impor, tidak peduli nasib petani bagaimana,” tambahnya.

Diharapkan pemerintah bisa mengatur kondisi yang stabil. Irigasi dan pendukung pertanian dengan baik. Otomatis masyarakat petani bisa melakukan panen padi dalam setahunnya sebanyak tiga kali.

Editor: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here