Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah

0
253

Jakarta, namalonews.com- nilai tukar rupiah terus menurun terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (01/03/2018), nilai tukar rupiah anjlok RP 13.800 per dolar Amerika Serikat.

Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa tren nilai tukar rupiah itu telah berada di zona depresiasi yang dalam atau overshoot. Lebih lanjut, BI menjelaskan trading di level RP 13.200 hingga Rp 13.300 masih baik. Tapi, jika trading berada di level Rp 13.600 sampai Rp 13.700 itu termasuk kategori overshoot.

“Sebenarnya trading di level Rp 13.200 sampai Rp 13.300 masih cocok. Tapi kalau udah Rp 13.600 sampai Rp 13.700 menurut kami sudah sudah overshoot,” kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara pada Jumat (2/3/2018).

Namun, Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara lainnya. Misalnya; Krona (mata uang Swedia) melemah 4,9 persen, dolar Kanada juga anjlok 3,8 persen, serta rupe India turun 2,4 persen.

Lebih lanjut, Bank Indonesia mengakui bahwa pergerakan ekonomi Indonesia masih stabil. Karena, Indonesia masih bisa menjada stabilitas suku bunga rendah dan bisa mengantisipasi kenaikan suku bunga The FED.

Bank Indonesia menyebut bahwa Inflasi Indonesia berkisar antara 3 sampai 3,6 persen. Sementara itu, defisit ekspor-impor dari barang dan jasa terjaga di kisaran 2 persen sampai 2,5 PDB.

Mengapa terjadi pelemahan nilai tukar mayoritas mata uang dunia terhadap dolar AS? Bank Indonesia menjelaskan bahwa data ekonomi Amerika Serikat mulai melangkah ke kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The FED.

Pelemahan nilai tukar mayoritas mata uang dunia terhadap dolar AS, kata Mirza, terutama disebabkan oleh data-data ekonomi Amerika yang mengarah adanya kenaikan suku bunga bank central AS. Misalnya, The Fed mengalami kenaikan 3 kali tahun ini.

Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Editor: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here