China Mengganti Bahan Bakar Untuk Armada Taksi

0
153

Jakarta, namalonews.com- Beijing mulai tahun ini berencana untuk menggantikan bensin kendaraan taxi dengan bahan bakar baru yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi polusi udara. Rencana tersebut dimuat dalam sebuah dokumen diskusi mengenai pencegahan dana pemecahan masalah pencemaran udara di wilayah Beijing-RTianjin-Hebei dan provinsi-provinsi yang ada di sekitarnya.

Semua armada taxi yang beroperasi dengan menggunakan bahan bakar bensin dan diesel harus ditarik dari jalanan dan digantikan dengan mobil bertenaga listrik atau gas alam cair (LPG). Setiap perusahaan taxi diharuskan untuk membeli kendaraan listrik atau yang menggunakan bahan bakar baru lainnya.

Statistik menunjukkan bahwa Beijing saat ini memiliki sekitar 71.000 buahb armada taxi, 67.000 buah diantaranya menggunakan bahan bakar konvensional. Penggantian bahan bakar tersebut diperkirakan akan memakan biaya sekitar 9 miliar Yuan atau sekitar 1.309 juta dolar Amerika Serikat.

Para ahli mengatakan bahwa jika rencana tersebut dilaksanakan, maka tidak hanya akan berkontribusi positif terhadap lingkungan. Tetapi juga merangsang industri kendaraan baru di China.

Namun kenyataannya memang tidak mudah untuk taxi berbahan bakar hijau bersaing dengan yang bertenaga tradisonal saat ini. Karena kekhawatiran akan waktu pengisian yang lama dan jarak tempuh kendaraan listrik yang terbatas.Demikian menurut Liu Tao dari Asosiasi Penyewaan Otomotif Taksi Beijing.

Pembelian kendaraan bertenaga tradisional akan mahal karena memakan biaya sekitar 60.000 Yuan (8.725 USD) hingga 70.000 Yuan (10.179 USD). Namun jika menggunakan kendaraan listrik hanya mengeluarkan biaya sekitar 140.000 Yuan hingga 20.359 Yuan saja.

Tetapi jika jumlah kendaraan yang memnggunakan energi baru meningkat, biaya itu akan turun, kata Li Liangjin, CEO CAOCAO, sebuah platform layanan perjalanan China.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here