Permprov DKI Jakarta Ajak BUMN/D Kerja Sama Bangun RPTRA

0
1327

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi program pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Oleh karena itu, Sandiago Uno berupaya untuk melanjutkan program yang dicetuskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut. Hal ini bertentangan dengan kebijakan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta.

Sebelumnya, kepala Dinas perumahan rakyat dan permukiman DKI Jakarta menegaskan bahwa pembangungan RPTRA dihentikan jika menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“2018 adalah tahun terakhir untuk membangun RPTRA,” tegas Agustino Darmawan.

Mengatasi perbedaan pandangan itu, wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno berupaya akan meminta bantuan Badan Usaha Milik Negara dan Daerah (BUMN dan BUMD) untuk mengalokasikan lahan khusus RPTRA.

Sandiaga mengakui bahwa lahan milik pemprov DKI Jakarta terbatas, sebagian besar lahan kota milik Negara dan Daerah. Selain itu, Sandiaga juga berencana buka peluang untuk kerja sama dengan swasta. Sandiaga ingin lahan milik swasta diizinkan kerja sama untuk bangun RPTRA. Karena, RPTRA sangat penting untuk kehidupan anak Jakarta.

“RPTRA adalah suatu program yang sangat sukses dan sangat layak untuk dilanjutkan. Kita punya keberpihakan kepada kelurahan-kelurahan yang belum memiliki ruang terbuka yang cukup, baik ruang terbuka hijau (RTH) maupun ruang terbuka yang ramah anak,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta pada senin (8/03/2018)

Terakhir kali, pembangunan dan peresmian RPTRA dilakukan oleh gubernur Djarot Syaiful Hidayat pada akhir masa kepemimpinannya 2017.  Djarot meresmika 100 RPTRA di Silang Monas, Jakarta pada 10 Oktober 2017. Dia diamanatkan oleh Ahok untuk segera merampungkan proyek 100 RPTRA tersebut.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here