BNN: Diskotek di DKI Marak Narkoba

0
229

Jakarta, namalonews.com- Diskotek sekarang tidak sesehat diskotek dulu. Tempat penghilang penat itu kini banyak yang jadi incaran BNN. Badan Narkotika Nasional identifikasi komprehensif. Hasilnya mencengangkan. Sebanyak 36 diskotek di Jakarta disinyalir terindikasi Narkoba.

“Tentu ada langkah-langkah tertentu yang akan kami ambil terkait hasil penyelidikan. Dan kalau sudah kita temukan bukti barang tertentu yang masuk golongan narkoba akan kita evaluasi. Dan kita serahkan ke bagian berwewenang,”  kata Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan BNN di gedung BNN pada media.

Sejumlah diskotek tersebut siap ditutup oleh Kepala BNN Heru Winarno jikalau memang terbukti. Hal tersebut disanggah oleh Arman, “Kita coba meluruskan. Kita tidak punya wewenang untuk menutup!” tambahnya.

Itu bukan kewenangan Badan Narkotika Nasional, melainkan wewenang Pemerintah Jakarta.  Hanya kewenangan untuk mencabut izinnya. Dalam progresnya, BNN terus menginvestigasi diskotek yang disinyalir terindikasi peredaran barang haram tersebut.

Disinggung masalah terkait, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  belum ada kejelasan dalam menindak diskotek yang dimaksud. Karena belum ada peraturan gubernur (pergub)nya.

“Pergubnya dibereskan dulu. Perdanya ada, Pergubnya ga ada. Bukan hanya diskotek yang 36 lebih ke soal langkah-langkah, sanksi itu ada perda, tapi ga ada pergubnya,” tutup Anies.

Dari hasil investigasi BNN yang cukup, hasil selanjutnya bakal diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jakarta maupun pihak berwenang. Diskotek mana saja yang dimaksud Arman masih enggan jelaskan. “Tunggu tanggal mainnya,” tandasnya.

“Diskotek mana yang 36 itu, rahasia,” kata Kepala BNN saat itu, Budi Waseso atau Buwas, di Gedung 745 Teknik Sanitasi Angkasa Pura II Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Yang jelas jumlah tersebut bukan asal sebut, kecurigaan berasal dari intelijen BNN.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here