Ini Motivasi Steve Jobs Bagi Para Pemuda

0
405

Jakarta, namalonews.com- Steven Paul “Steve” Jobs adalah seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat. Ia adalah pendiri, pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Hampir tujuh tahun setelah kematiannya , Steve Jobs tetap punya pengaruh di industri teknologi.

Jobs, sapaannya, terkenal sebagai bos yang keras dan egois. Namun, kisah hidup pria kelahiaran San Fransisco , Amerika Serikat (AS) itu sangat menginspirasi banyak pemuda yang ingin berinovasi di dunia teknologi.

Pada Juni 2005, Steve Jobs datang ke Universitas Stanford di California untuk memberikan pidato bagi para wisudawan. Di sana, sang pendiri Apple menyampaikan kisah hidupnya pada seluruh dunia.

Lewat pidatonya, ia menceritakan berbagai macam kisah menarik. Mulai dari saat ia keluar dari universitas, mencari makanan gratis, ketika ia harus tidur di lantai, ketika ia seringkali gagal, dan sampai rasa takutnya saat terkena kanker. Asam garam dalam hidup Jobs menjadi sebuah inspirasi bagi mereka yang masih takut untuk meraih mimpinya.

Berikut rangkuman pesan-pesan dari pidato Steve Jobs di Universitas Stanford:

  1. Bukan Rasa Takut, tetapi Genggam Erat Kepercayaan
Sumber foto: belgium-iphone.lesoir.be

Di awal pidatonya, Steve Jobs menekankan betapa pentingnya mengikuti kata hati, meskipun kita tidak tahu kemana hati akan membawa kita.

Semasa kuliah, Jobs tidak suka dengan mata kuliah wajib yang harus ia ikuti, akhirnya ia memilih keluar kelas agar bias belajar hal-hal yang ia sukai. Ia malah mengikuti kelas kaligrafi semata-mata karena suka keindahannya. Padahal ia sadar, kelas kaligrafi tidaklah praktis untuk bekal karirnya.

Namun, takdir ternyata punya rencana lain untuk Jobs. 10 tahun kemudian saat pertama kali merancang computer Macintosh, pengetahuan kaligrafinya jadi berguna. Jobs jadi paham cara mengatur Font dan tipografi computer yang indah.

“Kau harus percaya titik-titik dalam hidup pasti akan terhubung di masa depan. Kau harus percaya pada sesuatu, dorongan hati, takdir, kehidupan, karma atau apapun itu. Cara ini tidak pernah mengecewakanku dan telah membuat banyak perbedaan dalam hidupku,” kata Jobs dalam pidatonya.

  1. Kegagalan adalah Awal dari Kesuksesan yang Baru
Sumber foto: CNBC.com

Dalam pidatonya, Jobs menceritakan bahwa ia dan sahabatnya, Steve Wozniak memulai Apple di garasi orang tua Jobs. Kemudia Jobs dipecat saat usinya menginjak 30 tahun. Meski mental Jobs sempat down, ia sadar bahwa ia masih mencintai dunia teknologi dan memutuskan untuk memulai kembali dari nol. Setlahnya, ia mendirikan perusahaan bernama NeXT. NeXT ternyata sukses besar, lalu Apple membeli NeXT dan Jobs kembali lagi sebagai petinggi Apple.

“Saya yakin semua ini tidak akan terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Hal itu adalah obat yang pahit, tapi ku rasa sang pasien membutuhkannya. Terkadang kehidupan mumukul kepalamu dengan batu bata. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin satu-satunya hal yang membuatku terus berjuang adalah kecintaanku pada pekerjaanku. Kau harus menemukan apa yang kau cintai,” ucap Jobs.

  1. Ingat Kematian

Sewaktu usianya 17 tahun, Steve Jobs membaca kutipan tentang kematian, setelahnya ia selalu berpikir, “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, maukah aku melakukan sesuatu yang ingin kulakukan hari ini?”

Karena selalu mengingat hal tersebut, Jobs sadar bahwa segala ekspektasi, takut malu, takut gagal, hal-hal itu akan lenyap di hadapan kematian dan hanya hal terpenting yang tersisa.

Dengan ingat mati, Jobs menjadi tidak takut kehilangan. Dan hal itu membuat berani terus mengikuti kata hatinya dan tidak gampang terpengaruhi hal-hal yang tidak penting.

  1. Jangan Tenggelam dalam Opini Orang Lain
Sumber foto: Politiktoday.com

Dan inilah petuah terbaik dari Jobs, meski Jobs sudah meninggal, nasihat ini akan selalu menggema di seluruh dunia.

“Waktumu terbatas, jadi jangan menyia-nyiakannya untuk hidup di kehidupan orang lain. Jangan sampai terjebak dalam dogma, yang merupakan hasil dari hidup di dalam pemikiran orang lain. Jangan bairkan berisiknya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk ikuti kata hati dan intuisimu. Kedua hal itu sudah tahu apa sesungguhnya cita-citamu.”

Editor: Annisa Kh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here