Pemerintah Bantu Kembangkan Kesenian Tradisional

0
140

Jakarta, namalonews.com- Perkembangan teknologi sulit untuk dibendungi sekarang. Seiring perkembangan itu, banyak kesenian tradisional terancam punah dari pantauan generasi muda, khususnya siswa. Tanda zaman ini menyita perhatian pemerintah, khususnya bagaimana harus menyiasati arah perkembangan tersebut agar kesenian tradisional tetap eksis dan relevan.

Pemerintah meracik kemungkinan strategi yang efektif untuk menunjang dan memperkenalkan kesenian tradisional kepada siswa.

Dalam hubungan dengan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperluas dan memperbanyak pemberian bantuan fasilitas kesenian tradisional kepada sekolah-sekolah di Indonesia. Pemberian fasilitas itu mulai dilaksanakan sejak 2012.

“Tahun ini, pemerintah membagikan fasilitas kesenian tradisional kepada 4.300 sekolah di seluruh Indonesia,” ujar menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tahun ini menjadi yang ke-7 untuk pemberian bantuan memfasilitasi aktivitas kesenian tradisional di sekolah. Dengan harapan, kesenian tradisional bisa melekat dan menyatu dengan siswa.

Selain itu, mendikbud meminta kepala sekolah bertanggung jawab terhadap bantuan fasilitas tersebut. Kepala sekolah diharapkan tetap dan terus koordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bantuan tersebut tidak salah sasaran.

“Diharapkan di masing-masing daerah memiliki prioritas kesenian yang akan dikembangkan dengan baik. Untuk itu, saya berharap ada masukkan dari bawah tentang alat kesenian apa yang harus diadakan sesuai kebutuhan tahun depan,” Imbunya.

Selain itu, mendikbud ingin pihak sekolah kerja sama menggunakan dan menjaga dengan penuh tanggung jawab terhadap fasilitas tersebut. Mendikbud berharap sekolah untuk iklas memberikan bantuan tersebut kepada yang lebih membutuhkan jika tidak dimanfaatkan.

“Saya mohon bantuan ini dapat dimanfaatkan betul dan dipelihara sebaik-baiknya. Saya juga akan meminta dari inspektorat Jenderal untuk mengecek apakah bantuan tersebut betul-betul tepat sasaran, dan kalau ternyata tidak tepat sasaran atau tidak digunakan, saya mohon keikhlasannya untuk dialihkan ke sekolah yang lebih membutuhkan,” katanya.

Pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha diajak terlibat menjaga fasilitas kesenian tradisional tersebut. “Pemerintah daerah dengan APBD bisa mengalokasikan anggaran khusus, begitu juga dunia swasta perlu didukung agar memiliki anggran khusus juga. Apakah mereka mau melalui program corporate social responsibility (CSR) maupun filantrophy,” harapnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here