Pemerintah Dukung Petani Bentuk Korporasi

0
289

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah terus berupaya memberdaya para petani di Indonesia. Pemberdayaan petani tersebut bertujuan untuk menjadikan mereka bersatu membentuk koperasi.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian tengah mendorong pembentukan korporasi petani melalui kelembagaan ekonomi petani.

Pemerintah menyebut bahwa upaya pembentukan korporasi petani tersebut sebagai bentuk pemberdayaan. Dengan demikian, petani akan diberikan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan.

Saat ini, BPPSDMP mencatat bahwa kelembagaan ekonomi petani berupa koperasi dan PT hanya mencapai 1,08 persen.

Ketua BPPSDMP, Momon Rusmono menilai 1,08 persen itu terbilang kecil. “Jumlah tersebut terbilang kecil jika dibandingkan jumlah kelompok tani di seluruh Indonesia. Sekarang, kelompok tani Indonesia tercatat 576.897 kelompok,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kelembagaan ekonomi petani harus dikelola sendiri dan 100 persen sahan diserahkan ke petani. Sehingga, kelembagaan ekonomi petani bisa menjadi korporasi yang berintegritas; baik swasta, BUMD, dan BUMDes.

“Di Jawab Barat, gabungan kelompok petani dari 9 kabupaten gandeng BUMN dan BUMDes. Saham BUMN diperkirakan mencapai 50 persen, sedangkan saham kelembegaan ekonomi petani dan BUMDes diprediksi hanya berkisar 48-49 persen,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah berharap kelembagaan ekonomi petani diperkuat lagi agar terus berkembang dan berorientasi bisnis. Selain itu, kelembagaan ekonomi petani juga diharapkan menjadi sumber pendapatan petani.

Rusmono mengakui bahwa yang utama dilakukan adalah meningkatkan sumber daya manusia. Lantas, dia sedang merencanakan bagaimana mengembangkan pengetahuan pemasaran kepada petani.

Rasmono menargetkan kelembagaan ekonomi petani bisa kerja sama dengan permodalan dan perbankan. Sehingga, usaha mereka bisa diasuransikan.

Oleh karena itu, Rasmono ajak semua pihak terlibat mendorong mengembangkan kelembagaan ekonomi petani.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here