Pertimbangan di Balik Penutupan Jalan Jatibaru

0
134

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutuskan untuk menutup Jalan Jatibaru. Keputusan atau kebijakan tersebut dinilai bisa menyelamatkan 400-an lebih lapangan kerja.

“Kemarin, tercatat 400 lebih lapangan kerja terancam tidak memiliki lahan untuk membuka usaha,” jelas wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan pada Senin (12/03/2018).

Sandiaga menilai bahwa ancaman akan kehilangan 400-an lebih lapangan kerja bagi pedagang kaki lima menjadi pertimbangan ekonomi yang mendasar untuk segera mengambil kebijakan penutupan jalan Jatibaru.

Sebelum mengambil kebijakan tersebut, survei lapangan telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Survei evaluasi, menurut Sandiaga, penataan Tanah Abang tahap pertama telah rampung. Bahkan, tim survei Pemprov juga telah mengkaji evaluasi akibat penataan Tanah Abang tersebut.

Namun, survei itu belum dirilis ke publik karena masih harus melalui diskusi matang dengan pihak Direktorat Polda Metro Jaya.

“Kita akan segera berdiskusi untuk mendapatkan satu pemahaman yang sama atau untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman,” lanjutnya.

sebelumnya, Kamis (22/02/2018), Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian telah melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya terkait keputusan menutup Jalan Jatibaru di Kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejak (22/12/2017), penataan awal Tanah Abang telah rampung. Terdaftar, 400 pedagang kaki lima diizinkan berjualan di ruas Jalan Jatibaru Raya.

Dalam konsep penataan tersebut, dua jalur di depan Stasiun Tanah Abang ditutup mulai pada pukul 08.00-18.00. Satu jalurnya akan digunakan untuk Transjakarta dan angkutan kota.

“Sedangkan, satu jalur lainnya dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima. mereka diberikan tenda gratis oleh Pemerintah Provinsi,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here