Ahmad Syafii Maarif : “Indonesia Perlu Diruwat”

0
121

Jakarta, namalonews.com- Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadyah Ahmad Syafii Maarif menilai Indonesia merupakan negera setengah matang atau belum jadi. Hal ini kemudian memicu adanya berbagai konflik di setiap daerah.

Demikian pria yang sering disapa Buya Syafii dalam dialog kebangsaan memperingati 54 tahun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga,Yogjakarta, Selasa (13/03/2018).

Sebagai negara belum jadi banyak bermunculan konflik yang didasari dari kepentingan ideologi, kepentingan politik, dan belakangan ancaman pemisahan diri dari NKRI.

Lebih jauh lagi Buya Syafii mengatakan, sebagai sebuah bangsa, usia Indonesia belum lagi genap 100 tahun. Kelahirannya baru dimulai dari pergumulan, pergolakan, pemikiran intelektual politik di tahun 1920-an.

Para intelektual muda kala itu, baik para pemuda Indonesia di Belanda maupun di dalam negeri mencari formula yang tepat bagi berdirinya sebuah negara. Pergumulan itu kemudian mengkerucut dalam sebuah gerakan politik bernama Sumpah Pemuda 1928.

Karena Indonesia merupakan bangsa yang masih muda, maka perlu dirawat, kalau perlu sekalian juga diruwat,” ujar Buya Syafii dalam dialognya yang bertajuk ‘Merajut Persaudaraan’ itu.

“Untuk merawat Indonesia yang besar ini, perlu orang-orang yang memiliki pemikiran besar dan berwawasan jauh ke depan. Siapapun tiidak bisa merawat Indonesia ini hanya dengan menggunakan pikiran pikiran partisan,” jelas Buya.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here