Pajak Sedan Turun, Harga BMW Belum Tentu Turun

0
338

Jakarta, namalonews.com- Beberapa waktu lalu Menteri Perindustrian Airlangga hartarto  mengisyaratkan revisi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah untuk mobil sedan akan selesai pada bulan Maret ini. Wacana ini disambut positif oleh kalangan pengusaha otomotif.

Lainya halnya dengan pihak BMW Group yang merasa efeknya belum maksimal terhadap harga jual mobil sedan BMW. Hal tersebut artinya, revisi pajak tersebut bvelum tentu membuat harga mobil BMW turun.

Wacana pemerintah mengeluarkan aturan baru soal pajak barang mewah sedan disambut positif oleh BMW Group Indonesia. Meski begitu yang perlu disadari efek berkurangnya beban itu belum tentu bikin harga sedan BMW menjadi lebih murah.

Pada Februari lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengindikasikan revisi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) buat sedan bakal rampung pada kuartal satu yang berarti paling lambat pada Maret.

Dengan revisi harapan pemerintah adalah harga jual mobil bisa lebih terjangkau oleh masyarakat dan selain itu akan semakin banyak produsen dalam negeri yang membuat mobil sedan.

Pihak BMW Group mengatakan hal ini sangatlah tidak mungkin harga mobil bakal bisa dijual lebih murah walau pajaknya sudah diturunkan.  Ketidakmungkinan dalam situasi seperti itu dikatakan bukan cuma terjadi pada otomotif tetapi juga jenis bisnis lainnya.

Bila akhirnya pemerintah menurunkan pajak sedan, efeknya tidak terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya strategi yang sedang berjalan saat ini sudah ditentukan jauh-jauh hari oleh para produsen mobil.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here