Presiden: Jangan-Jangan Perbankan Nasional Hanya Bermain Aman

0
193

Jakarta, namalonews.com- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melontarkan pertanyaan yang bernuansa kritikan sekaligus rasa keingintahuan akan kinerja perbankan. Pertanyaan itu diajukan untuk menjelaskan sejauh mana keberanian bank Nasional dalam mengambil resiko baru.

Perbankan kita jangan-jangan aman dengan angkat 23,36 persen itu. Saya tanyakan apakah perbankan kita terlalu aman atau mungkin bapak/ibu yang selalu bermain aman,” kata Presiden di Istanan Negara Jakarta pada Kamis (15/03/2018).

Presiden menyebut angkar rasio kecukupan modal diperkirakan mencapai 23,36 persen sangat kuat dibanding negara maju lainnya. Negara lainnya berkisar di antara 12-15 persen.

Sementara itu, Excess Reserve perbankan tercatat berada di kisaran Rp 626 Triliun. Kisaran ini tergolong sangat kuat.

“Tapi, mohon maaf. Saya ingin tahu perbankan kita, jangan-jangan terlalu aman dengan angka sebesar itu,” kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden mendesak pelaku perbankan Nasional lebih agresif dan berani keluar dari zona nyaman. Hal ini bertujuan agar target pertumbuhan kredit 2018 bisa naik mencapai  12 persen.

“Angka 12 persen tidak akan tercapai jika kita tetap berada dan bermain di Zona aman. sekali lagi, saya meminta perbankan harus aktif. Atau, jangan-jangan perbankan kita terjebak dalam rutinitas,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Bagi Presiden Jokowi, bermain aman di era digital adalah suatu ilusi. “Main aman tidak ada, yang ada hanya malas atau kurang cerdas atau juga ragu-ragu. Orang yang berpikir mempertahankan status quo, aman-aman saja. Sekali lagi, itu hanya ilusi, nggak ada seperti itu di saat dunia berkembang cepat,”kata Presiden.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa jika kita tidak ikut berkembang di era digital sekarang maka dengan sendirinya, kita akan mati perlahan-lahan.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here