Rumah Sakit dan Puskesmas di DKI Telat Dibangun

0
291

Jakarta, namalonews.com- Koesmedi Prihartono, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan sejumlah tempat pelayanan kesehatan di Jakarta terlambat peresmiannya disebabkan proses pembangunannya yang tak segera dilakukan.

“Rerata rumah sakit gede yang terlambat. RS Koja, RS Pasar Rebo, RS Cengkareng, RS Duren Sawit,” kata Koesmedi kepada media kemarin. Hal tersebut terjadi karena bangunan rumah sakit yang lama belum dihapus oleh yang berwenang yakni Badan Aset Daerah.

Dengan sendirinya, karena belum dihapus, niscaya pembangunan tak bisa dimulai. Hal ini berimbas kepada pelayanan kesehatan yang terganggu. Pembangunan kesehatan secara fisik  pun terganggu.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki derajat kesehatan optimal. Pembanguan kesehatan jasmani dan rohani harus menyeluruh.

Koesmedi menyayangkan hal ini tejadi. Jauh-jauh waktu pihaknya sudah melakukan pelelangan. “Kayak 2017 ini kami lelang duluan, tapi enggak dihapus-hapus. Ya enggak bisa bangun dong. Kalau lelang kan begitu anggaran keluar baru tanda tangan kontraknya,” ujar Koesmedi.

Di tahun 2017 lalu Dinas Kesehatan DKI Jakarta merencanakan pembangungan puskesmas dan rumah sakit sebanyak 34. Rumah Sakit Cilincing belum purna pembangunannya dan masih ada rumah sakit satu lagi.

Beliau juga menegaskan, waktu pelaksanaan sebenarnya bisa tepat, mulainya yang terlambat karena penghapusan aset memakan waktu hingga sekitar tiga bulan.

Masih dalam rencana strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019 yang menegaskan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga. Segera menuai hasilnya. Peran puskesmas sangat vital.

Pendekatan Keluarga bukanlah program baru, melainkan salah satu cara Puskesmas meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan dengan mendatangi keluarga.

“Puskesmas tidak boleh diam, harus aktif, pro aktif melakukan pelayanan ke luar gedung sampai kepada keluarga”, tutur Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) beberapa waktu lalu.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here