Wagub DKI: Rancang Regulasi Pemakaian Air Tanah

0
204

Jakarta, namalonews.com- Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta menghimbau semua warga Jakarta maupun pemilik gedung beralih menggunakan air PAM secara maksimal. Berhenti untuk mengambil air tanah. Hal terkait segera terpayungi regulasi yang segera dibuat.

“(Regulasi) yang paling kuat Perda-lah. Nanti kita lihat,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,  Kamis (15/3/2018).

Hal ini dimaksudkan Wakil Gubernur DKI Jakarta terkait masalah permukaan air tanah di Jakarta yang terus menurun. Cara yang tepat yaitu hanya dengan penyetopan pengambilan air tanah yang akan diatur dalam Perda.

Seiring proses regulasi tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah penduduk atau warga pemilik gedung-gedung. Disinggung obyektifnya, Sandi menjelaskan,”Jadi bukan seperti pisau hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Ini betul-betul kita laksanakan.”

Di lain kesempatan, Sandiaga Uno mengatakan penurunan air tanah di Jakarta seperti yang dialami Tokyo di era 1960-an. Dengan pipanisasi Tokyo mampu mencegah hal tersebut.

“Tokyo mengalami itu di tahun 60-an dan Tokyo bisa menyetop penurunan muka tanahnya karena menyetop juga pengambilan air tanah dan itu harus diikuti dengan pipanisasi,” kata Sandiaga di Kantor Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada media kemarin.

Sandiaga Uno meminta warga berhenti mengambil air tanah dan beralih menggunakan air PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah di ambang batas.

Hal ini pun juga dialami pada dirinya. “Tentunya, sesuai dengan ketentuan, saya langsung cek juga rumah saya. Hari ini kita matikan yang airnya dari tanah. Saya ingin bawa teman-teman setelah dari gedung ke rumah-rumah juga,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here