Diterima Menjadi CPMI, Indonesia Berperan di Pasar Keuangan Dunia

0
220

Jakarta, namalonews.com- Usai diterima menjadi anggota Committe on Payments and Market Infrastuctures (CPMI) pada 18 Maret 2018 di Buenos Aires-Argentina, Indonesia punya kesempatan mendalami nilai-nilai di sistem pembayaran.

Agus DW Martowardojo menilai keanggotaan Bank Indonesia di CPMI menjadi bentuk partisipasi aktif BI pasca-keanggotaan pada Basel Committe on Banking Supervisors di Bank for International Settlement (BIS).

Selain itu, keanggotan tersebut juga menunjukkan pengakuan dunia atas pencapaian dan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem pembayaran dan pembangunan infrastruktur pasar keuangan.

“Hal itu memperlihatkan peran Indonesia dalam menciptakan stabilitas moneter dan keuangan global sekaligus meningkatkan stabilitas keuangan nasional,” jelas Agus.

Di samping semua itu, Bank indonesia, lanjut Agus, punya kesempatan memperoleh pendalaman nilai terkini di sistem pembayaran. Misalnya, tren inovasi digital yang bisa dijadikan rujukan untuk memperkaya proses perumusan kebijakan di Bank Indonesia.

CPMI adalah komite dalam BIS yang berperan menetapkan standar internasional, mempromosikan, memonitor dan merekomendasi keamanan dan efisiensi sistem pembayaran serta infrastruktur pasar keuangan.

Tujuan tugas CPMI untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan perekonomian global.

selain BI, Bank Sentral Argentina dan Bank Sentral Spanyol turut bergabung menjadi anggota CPMI. Dan, ini menjadi momentum penambahan anggota untuk pertama kali sejak 2009.

Saat ini, anggota CPMI berjumlah 28 bank sentral yang memiliki sistem pembayaran dan infrastruktur pasar keuangan sistemik. Dengan masuk menjadi anggota CPMI, Bank Indonesia akan terlibat dalam pengawasan, kebijakan, dan operasi sistem pembayaran dan infrastruktur pasar keuangan global.

Selain itu, diinformasikan pula bahwa sepanjang 2017 tercatat 10,2 juta transaksi nilai besar via BI-RTGS, 129 juta ditransaksi via Kliring Nasional dan 305.000 untu BI-SSSS. Proses transaksi tersebut diberikan predikat tertinggi dengan skor 4 oleh CPMI.

Sementara itu, BIS adalah organisasi keuangan internasional yang berperan mewujudkan stabilitas moneter dan keuangan, dan mendorong kerja sama internasional. 60 Bank Sentral dari berbagai negara dengan nilai PDB mencapai 95 persen dari PDB dunia disatukan menjadi anggota BIS.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here