Pasca-Eksekusi Mati TKI, Relasi RI – Arab Saudi, Antara Elite dan Minoritas

0
344
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) menyambut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (ketiga kanan) saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3). Kunjungan kenegaraan Raja Salman pada 1-9 Maret ke Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk mendorong investasi dari Timur Tengah. ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto/wsj/kye/17.

Jakarta, namalonews.com- TKI (Tenaga Kerja Indonesia) adalah sebutan bagi warga negara Indonesia yang lowlife dan unskill yang bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah. Apa jadinya jika para pengumpul devisa tersebut sering menemui ketidakadilan?

“Terbukti benar, dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia, pemerintah Indonesia dan Saudi hanya menyepakati 11 kerjasama dan itu minus tentang perlindungan pekerja migran. Hanya soal peningkatan pariwisata, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain,” ujar Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah di kantornya, bilangan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Senin (19/3/2018).

Hal ini terkait dengan eksekusi mati yag dialami Muhamad Zaini Misrin,TKI asal Bangakalan, Madura pada , Minggu (18/03/2018). Zaini dieksekusi mati dengan tuduhan pembunuhan majikannya.

Dalam keterangan lanjutannya, Anis membenarkan bahwa pernyataan ini sempat terucap dari Retno Marsudi selaku Menlu RI. Tapi sayang tidak ada follow up-nya.

“Selama ini, kami selalu khawatir hubungan diplomatik itu hanya baik di tingkat elitenya saja ya. Jangan-jangan tidak menyentuh persoalan warga negara yang sesungguhnya, salah satunya soal perlindungan warga negaranya masing-masing di negara lain,” ujar Anis Hidayah di kantornya, bilangan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Senin (19/3/2018).

Dinilai, Eksekusi mati TKI bernama Muhammad Zaini Misrin oleh pemerintah Arab Saudi tidak memperlihatkan proteksi terhadap para buruh migran. Hubungan Indonesia dengan negara Saudi Arabia menunjukkan kekontrasan. “Apa yang nampak di permukaan, bagaimana hubungan kedua negara ini terbangun sangat baik, hubungan Presiden kita dengan Raja Saudi, menjadi kontras dengan apa yang terjadi dengan rakyat kita, warga negara kita di sana,” ujar Anis.

Di tempat terpisah, Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Lalu Muhammmad Iqbal membenarkan eksekusi mati Zaini. “Iya eksekusi telah dilakukan tanpa pemberitahuan resmi,” pada media kemarin.

Aktivis buruh migran dan HAM terus mendesak pemerintahan Jokowi untuk terus mengupayakan kerja sama perlindungan buruh migran di Saudi.

Dalam keterangan, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant berharap, mudah-mudahan persoalan ini disampaikan terus oleh Presiden Jokowi kepada Raja Salman secara langsung dengan terbuka. Selama ini pemerintah kita kurang aware, bagaimana kasus-kasus warga negara kita di sana banyak kelemahannya dan mengakibatkan hal yang fatal.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here