Layanan 4G Masuk Daerah Terpencil

0
148

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah terus berjuang membangun jaringan internet di berbagai pelosok negeri, terutama di daerah-daerah terpencil. Upaya tersebut sudah dimulai sejak 2014. Dalam kurun waktu 3 tahun, jumlah daerah pengguna internet terus meningkat.

Menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara menyebut sejak pertama kali yaitu pada akhir 2014, jumlah daerah pengguna layanan 4G LTE terus mengalami perkembangan hingga saat ini.

Berdasarkan data yang dikemukakan oleh kementerian Komunikasi dan Informatika, layanan 4G telah menjangkau 45 ribu lebih desa atau kelurahan, 4 ribu lebih kecamatan, dan 330 kabupaten atau kota.

Menkominfo menilai peningkatan penggunaan layanan 4G itu menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengakses berbagai informasi atau membangun komunikasi dengan yang lainnya. Dalam hal ini, Menkominfo menyebut penetrasi 4G lumayan kencang di indonesia.

“Saya mengatakan penetrasi 4G tersebut lumayan kencang di Indonesia. Bayangkan, setelah mulai digalak pada tahun lalu, sekarang sudah ada sekitar 62.300 eNode B (BTS 4G) dibangun oleh semua operator,” katanya.

Lebih lanjut, Menkominfo menjelaskan presensi kehadiran 4G di desa atau kelurahan diprediksi mencapai 55,05 persen, kemudian di Kecamatan tercatat 56,98 persen, dan terakhir di kabupaten 65 persen.

“Tidak mudah membangun site secepat itu, tapi pertumbuhan dan perkembangannya bisa mencapai 2 ribu dalam dua tahun 800 hari. Jika dikalkusi per hari berarti 80 site dibangun tiap hari,” jelasnya.

Di samping itu, Menkominfo juga mengakui bahwa masih banyak pula daerah yang belum mendapat layanan 4G. Dia pun berharap timnya akan terus bekerja keras agar seluruh daerah bisa menggunakan layanan 4G.

Menkominfo menilai keterlambatan penggunaan layanan 4G bagi desa tersebut karena backbone dan transmisi begitu mahal. Selain itu, tidak semua pihak berperan aktif untuk bertanggung jawab membuka layanan 4G di desa terpencil.

Hal ini, menurut Rudiantara, beberapa pihak menilai daerah atau desa terpencil bukanlah lahan bisnis. Sehingga, Rudiantara menyebut hanya timnya dan beberapa operator bersedia bekerja sama membangun layanan 4G tersebut.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here