Pemerintah Optimistis BI Tetap Tenang Hadapi The Fed

0
69

Jakarta, namalonews.com- Menanggapi rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed, Pemerintah meminta Bank untuk tidak kwatir dan mengambil keputusan tanpa mempertimbangan secara matang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Darmin Nasution meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak khawatir berlebihan dalam menanggapi rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed. Darmin juga menegaskan tidak ada alasan apa pun bagi Bank Indonesia untuk melakukan hal yang sama.

“Saya minta Bank Kita, Bank Indonesia tidak khawatir yang berlebihan terkait rencana adanya kenaikan suku bunga acuan. Perlu diingat juga, tidak ada alasan bagi Bank Indonesia melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merupakan bagian dari dinamika atau proses pelaku pasar menanggapi dan menyikapi rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed tersebut. Darmin menjelaskan bahwa tidak ada perubahan yang besar karena semua sudah dikalkulasi dua atau tiga bulan.

“Tidak ada perubahan yang besar karena semuanya sudah dihitung sejak dua atau tiga bulan yang lalu,” tegas mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Sebelumnya, orang nomor satu di Bank Indonesia Agus Martowardojo pesimis terkait adanya rencana kenaikan suku bunga acuan “BI-7-Day Reverse Repo Rate” pada Maret 2018. Meskipun, menurut Agus, Bank Sentral AS dipastikan akan menaikan suku bunga acuan.

Agus menilai kondisi fundamental ekonomi domestik berjalan baik saat ini. Hal itu terlihat dari stabilnya inflasi sesuai sasaran Bank Sentral pada kisaran 2,5-4,5 persen dari tahun ke tahun.

Meski, lanjut Agus, tekanan ekonomi eksternal terus membayangi dan menghantui stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, volatilitas kurs belum terlalu mengkhawatirkan.

Berdasarkan keadaan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis Bank Indonesia tidak akan reaktif untuk kembali menyesuaikan suku bunga acuan. Saat ini, suku bunga acuan berada pada 4,25 persen.

“Kita lihat saja hitung-hitungan fundamentalnya berapa, jadi tidak perlu berupaya untuk menaikkan lagi,” tegas Darmin pada Rabu (21/03/2018).

Darmin menyebut bahwa Bank Indonesia dan pelaku pasar telah memperkirakan kenaikan suku bunga acuan dari Bank Sentral AS usai pertemuan Federan Open Market Committee (FOMC) pada Maret 2018.

hanya diinfonrkan bahwa FOMC merupakan dewan rapat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat. Secara Struktural, FOMC merupakan komite yang beranggotakan para pejabat tinggi bank sentral Amerika Serikat yang sering disebut Federal Reserve (The Fed).

Penulis:Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here