Prabowo Subianto: Indonesia Bubar Pada Tahun 2030

0
764

Jakarta, namalonews.com- Kabar mengejutkan datang dari Ketua Umum Gerinda, Prabowo Subianto. Melalui akun facebook resmi Gerindra, mantan anggota TNI ini menyebutkan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Statmen yang dilontarkan dalam format video tersebut ternyata banyak menuai komentar para politikus.

Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardali Ali, mengungkapkan bawa Prabowo hanya ingin jujur dengan keadaan Indonesia saat ini. Katanya, pidato itu baik untuk meluruskan berbagai pernyataan yang yang menyebut Indonesia sudah sesuai dengan ‘jalannya’.

Sementara itu, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, mempertanyakan data mana yang diambil oleh Prabowo. “Jangan selalu menebar sikap yang pesimistis untuk bangsa ini. Tumbuhkan terus harapan yang optimistis untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.

Golkar menilai tahun 2030 Indonesia dapat menjadi 5 besar negara dengan ekonomi paling maju di dunia. Golkar optimis Indonesia bertaji di tahun 2030. Demikian tutur Ketum DPP Golkar.

Komentar dari PDI-P lain lagi. Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo, mengatakan, “Pak Prabowo seorang nasionalis. Mari sama-sama kita jaga NKRI,” ujarnya.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara soal potongan video sang Ketua Umum, Prabowo Subianto, yang menyebut adanya prediksi Indonesia bubar pada 2030. Muzani menyebut dasar prediksi itu lantaran Prabowo sering melakukan kajian ilmiah.

“Pak Prabowo kan selalu melakukan wacana intelektual dengan tokoh-tokoh dan mengkaji literasi,” ujar Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3/2018)..

Dia menjelaskan Prabowo dalam pidatonya hanya menyampaikan pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh ahli dari luar negeri. Muzani berharap pidato itu bisa menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara soal potongan video sang Ketua Umum, Prabowo Subianto, yang menyebut adanya prediksi Indonesia bubar pada 2030. Muzani menyebut dasar prediksi itu karena Prabowo sering melakukan kajian ilmiah.

Pak Prabowo kan selalu melakukan wacana intelektual dengan tokoh-tokoh dan mengkaji literasi,” ujarnya. Muzani juga menjelaskan bahwa Prabowo dalam pidatonya hanya menyampaikan pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh ahli dari luar negeri. Dia juga berharap pidato itu bisa menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

Berikut pidata Prabowo Subianto dalam akun faceebook resmi  Gerinda :

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar, elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa. Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian! Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas!Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

 Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here