Bernostalgia dengan Bus Kota Tempo Dulu

0
784

Jakarta, namalonews.com- Bus-bus klasik yang dahulunya pernah mengaspal di era tahun 80 sampai 90-an, seperti bus Mercedes-Benz OF-1113. OF-1113, kini sudah tidak lagi bisa dilihat atau ditemui di jalanan. Namun kini kendaraan tempo dulu tersebut dapat disaksikan lewat pameran  Indonesia Classic N Unique Bus (Incubus) 2018 di Hall B Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran, Jakarta Pusat pada 22-24 Maret 2018.

Bagi yang ingin bernostalgia mengenang kembali masa-masa lalu saat menaiki kendaraan klasik tersebut, ada baiknya berkunjung ke pameran bus jadul (jaman dulu) yang bertajuk “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, di JIE Kemayoran. Siapa tahu ada inspirasi besar sepulang dari sana.

Incubus adalah pameran yang menampilkan bus- bus klasik dan unik yang kini sudah jarang ditemui di jalan-jalan di Indonesia, salah satunya OF-1113. Selain itu, pengunjung juga bisa menjumpai Fuso Colt Pownis produksi 1989 yang digunakan PT Timah di Pangkalpinang, Bangka Belitung; ataupun Hino Medium 1984 koleksi PO Sumber Alam dari Kutoarjo, Jawa Tengah.

Fuso Colt Pownis produksi 1989 yang pernha digunakan PT Timah di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Bus itu kini digunakan sebagai bus wisata di daerah tersebut. Fuso Colt Pownis produksi 1989 yang pernah digunakan PT Timah di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Bus itu kini digunakan sebagai bus wisata di daerah tersebut.

Koordinator penyelenggara pameran, Ahmad Maimun Fikri, mengatakan secara keseluruhan ada 12 unit bus yang dipamerkan dalam Incubus 2018. Sepuluh unit bus akan ditampilkan di ruang pameran, sedangkan dua lainnya, yakni bus PPD Superior Coach 1971 dan salah satu bus DAMRI dari Bandung produksi 1988 akan dipamerkan di luar ruangan. Kedua bus di luar ruangan rencananya juga akan digunakan untuk mengangkut pengunjung berkeliling areal parkir JIEXPO Kemayoran.

“Bus-bus untuk pameran ini kami kumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tahun pembuatan antara tahun 1960 hingga tahun 1996 atau umumnya berumur lebih dari 20 tahun,” kata Fikri.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here