Parpol dan Politisi diminta Adu Prestasi di Pemilu

0
128

Jakarta, namalonews.com- Presiden Jokowi meminta partai politik dan politisi harus meyakinkan masyarakat bahwa demokrasi itu menjadi mekanisme ideal untuk mengantarkan bangsa pada kesejahteraan rakyat.

Demokrasi juga, lanjut Presiden, harus mampu menghadirkan kerukunan dan menjadi pendukung untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.

“Kita harus menghadirkan demokrasi yang selalu mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Demokrasi juga harus menjadi jalan terbaik untuk mengatasi masalah nyata yang dialami rakyat. Demokrasi harus mampu menjadi mekanisme sejati untuk mengatasi masalah kemiskinan, pemerataan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi dan tingkatkan daya saing bangsa,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Perindo di JCC pada Rabu (21/03/2018).

Selain itu, Presiden juga mengingatkan kembali bahwa proses pemilu harus menjamin dan mendukung keberlanjutan pembangunan yang sudah dimulai.

“Perlu diperhatikan pula, pilkada dan pemilu juga tidak boleh menginterupsi program-program pembangunan,” katanya.

Presiden juga menegaskan bahwa jangan sampai pilkada dan pemilu menghambat kegiatan ekonomi, mengganggu kesejahteraan rakyat. Proses demokrasi, lanjut Presiden, khususnya Pilkada 2018, Pileg, dan Pilpres 2019, tidak boleh mengganggu momentum pembangunan nasional yang sudah dan sedang dilakukan.

“Jangan sampai karena pilkada dan pemilu justru kegiatan ekonomi tersendat, peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi terganggu. Proses demokrasi khususnya pilkada di tahun 2018, pileg dan pilpres 2019, tidak boleh menggangu momentum pembangunan nasional,” lanjutnya.

Kontestasi pilkada, pileg, dan pilpres harus memperhatikan etika dan tata krama. Konstestasi itu harus saling menghargai dan menghormati.

“Perbedaan jangan sampai mengancam ikatan persatuan dan kesatuan. Perbedaan pendapat dan pilihan itu biasa. Sekali lagi, harus menjunjung tinggi sopan santun. Kita tidak saling menghujat dan mencemooh, tidak pula menyebar berita bohong dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan bahwa kritikan itu penting dalam demokrasi dan pembangunan. Tapi, menurut Presiden, kritikan tersebut harus berbasis data dan mencari solusi untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

“Kalau yang salah ya, mesti ada yang kritik. Tapi, tolong dibedakan kritik dengan mencela. Bedakan kritik dan fitnah,” jelas Presiden.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh parpol dan politisi untuk fokus pada adu program dan prestasi dalam pilkada, pileg, dan pilpres 2019. Adu program untuk menyejahterakan rakyat, meningkatkan ekonomi, menjaga persatuan bangsa, dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Marilah kita bekerja sama untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita membuat demokrasi yang sejahterakan rakyat dan kebebasan politik yang santun, yang konstruktif sesuai ada istiada bangsa kita Indonesia,” tegasnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here