Mendag Bantah Stok Beras Berkurang Jelang Puasa

0
191

Jakarta, namalonews.com- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bantah stok bahan pokok berkurang jelang puasa. Hal itu disampaikan Enggartiasto usai memimpin Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Stok  atau Pasokan Barang Kebutuhan Pokok jelang Puasa dan lebaran 2018 di Bandung, Jawa Barat pada jumat (23/03/2018).

Sebaliknya, Mendag menjamin bahwa stok kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat menjelang ibada puasa di Bulan Suci Ramadan 2018 dipastikan akan aman.

“Aman dan harga juga tidak ada gejolak lagi sekarang. Itu menjadi hal positif, dan sekarang sudah mulai memperlihatkan tren penurunan,” katanya.

Selain, Pihak Kementerian Perdagangan juga bersyukur karena penurunan harga yang terjadi menjelang puasa tidak drastis, tetapi berlangsung secara berangsur-angsur atau perlahan-lahan.

“Dengan demikian, menjelang dan pertengahan Mei, semuanya akan terkendali di bawah harga. Hal ini terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.

Mendag mencontohkan salah satu kebutuhan pokok yang stoknya terjamin aman saat puasa adalah beras.

“Saya bisa sampaikan bahwa seluruh beras yang tersedia di Bulog akan masuk ke pasar. Kemudian, bagaimana dengan stoknya? Panen raya akan segera kita hadapi. Sehingga, semua itu akan menjadi cadangan baru. Dan, berdasarkan itu, kita tidak perlu khawatir lagi,” katanya.

Mendag juga mendesak pengusaha, pedagan, khususnya pengusaha spekulatif beras agar melepas harga kebutuhan pokok tersebut dengan harga rendah karena dalam waktu dekat, pemerintah akan menggelontorkan komoditas beras ke pasaran.

“Terkait impor beras, tidak ada urusannya. Itu jangan menjadi isu yang besar karena tidak ada soal. Pokoknya, tugas kami menjamin stok beras dengan prioritas dari dalam negeri. Berapa pun panen sesuai Instruksi Presiden nomor 5 maka itu akan diserap. Petani tidak akan rugi, yang rugi terpotong itu para tengkulak,” tegasnya.

Sementara itu, kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasito mengatakan bahwa pihaknyaa telah siap untuk mengamankan proses pendistribusian kebutuhan pokok ke seluruh daerah menjelang bulan buasa 2018.

“Tapi, ketika di tingkat produksi ada penyimpangan, maka kami akan melakukan tindakan hukum. Kemudian, kita juga akan melakukan pemantauan stabilitas harga karena ini mnejadi penting ketika stok cukup tapi di masyarakat harganya naik tinggi. Maka, ini menunjukkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tingkat distribusi,” tegasnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here