Menpora Minta Klub Sepak Bola Sekolahkan Pemain Berbakat

0
162

Jakarta, namalonews.com- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta semua klub sepak Bola Indonesia memperkuat pembinaan usia dini bagi pesepakbola muda Indonesia.

Oleh karena itu, Menpora berharap semua klub sepak bola memiliki akademi tersendiri. Akademi tersebut, lanjut Menpora, menjadi tumpuan pemain muda Indonesia di Masa mendatang.

Imam melanjutkan bahwa seharusnya setiap klub sepak bola profesional harus memiliki akademi tersendiri. Dia mencontohkan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada sekarang.

Melalui akademi tersebut, menurut Imam, klub bisa menemukan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri pemuda Indonesia. Selanjutnya, klub dan akademi akan mengembangkan potensi, khususnya skil dan kedisiplinan yang ada dalam diri pemain Muda Indonesia yang berbakat.

“Ya, semua klub sepak bola harus memiliki tempat atau akademi untuk pembinaan usia dini bagi pemain bertalenta di Indonesia,” kata Imam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istanan Negara Pada Jumat (23/03/2018).

Imam menceritakan bahwa Egy Maulana Vikry menjadi contoh hasil pembinaan dini. Egy berhasil menjadi salah satu contoh pesepak bola yang berbakat milik Indonesia. Kemampuan Egy ini, lanjut Imam, dikembangkan dan diasa di akademi sepak bola.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun telah meminta PT Liga Indonesia Baru memberikan kepastian terkait konsistensi klub untuk meningkatkan akademi sepak bola dan memperbaiki sektor kepelatihan internal.

Kedua aspek itu ditingkatkan agar sebuah klub bisa menghasilkan pemain dan pelatih yang berkualitas.

Selain itu, Kemenpora juga akan mengadakan berbagai kompetesi mulai dari tingkat pelajar hingga mahasiswa. Dalam hubungan dengan ini, Menpora menilai bahwa banyak pemain berbakat di Indonesia yang tidak masuk akademi sepak bola tapi mereka berbain baik di tingkat sekolah maupun Universitas.

“Kita akan terus mendukung dan mencari pemain berbakat baik di Liga-liga pelajar maupun mahasiswa,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here