Merangsang Pikiran ala Najwa Shihab

0
325

Jakarta, namalonews.com- Pejabat masa kini, harus siap menerima kritik dan cercaan sana sini. Karena arus informasi mengalir dengan kencang.  Interaksi pun menjadi lebih gampang. Tak salah juga menjadi terkenal, jika diimbangi kerja yang total. Itulah pemimpin yang mendatangkan kemaslahatan. Tidak sekedar pamer gaya kekinian.

Hanya pendidikan yang menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan indonesia tak mungkin bertahan. Demikian disampaikan Najwa Shihab, salah satu wartawan terpopuler di Indonesia.

Jika tanpa pendidikan, arus informasi yang mengalir kencang saat ini dipercaya begitu saja. Dan, informasi-informasi tersebut seakan-akan dibenarkan begitu saja.

Najwa Shihab pun hadir dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Pendidikan akan membantu setiap pribadi untuk meneliti dan menelaah segala informasi. Sehingga, informasi-informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Siapakah Najwa Shihab itu?

Najwa Shihab sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia karena pertanyaannya menukik dan menikam tirani kebohongan dalam pikiran setiap tokoh yang diwawancarainya.

Tak mengherankan, Najwa Shihab lebih mudah diingat Mata Najwa. Mata Najwa adalah salah satu siaran Metro TV yang dinantikan dalam tiap pekan. Barangkali, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Najwa Shihab merangsang imajinasi dan pikiran penonton untuk memahami perjalanan politik, sosial, dan Ekonomi Indonesia.

Banyak orang menduga bahwa kehebatan Najwa merangkai pertanyaan-pertanyaan penting karena tatapan matanya yang bisa menerawang apa yang tersembunyi di balik pikiran pejabat.

Tentu saja, semua kemungkinan itu bisa diterima jika Najwa mengklarifikasikannya.

Sejauh ini, Najwa mengakui bahwa semua pertanyaan itu bukanlah muncul begitu saja. Tetapi, dia menjadikan membaca sebagai kebiasaan untuk menata pikiran dan mendalami setiap persoalan.

Membaca adalah cara terbaik merangsang pikiran menjadi jernih dalam menilai berbagai informasi.

Najwa Shihab terpilih menjadi Duta Baca Indonesia periode 2016-2020. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Perpustakaan Nasional pada 1 Maret 2016. Dia ditunjuk setelah melewati seleksi dari dewan juri dan polling di masyarakat.

Selain itu, Najwa, yang lahir pada 16 September 1977 di Makassar Sulawesi Selatan itu, berkembang dan bertumbuh dalam keluarga religius.

Saat masih kecil, Najwa sudah masuk TK Al-Quran di Makassar. Katanya, dia masih ingat betul kalau melakukan kesalahan, sang guru memukulnya dengan kayu kecil.

Lebih lanjut, Najwa masuk sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah pada 1984-1990. Lalu, dia masuk SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada 1990-1993.

“Jadi berjamaah magrib, ngaji Al-Quran. lalu ratib Haddad bersama. Itulah ritual keluarga samapai saya SMU,” katanya.

Budaya membaca Najwa ditanamkan sejak dalam keluarganya. Putri dari Quraisy Shihab, menteri Agama era kabinet pembangunan VII itu menjadikan membaca sebagai budaya. Bagi Najwa yang adalah duta baca itu, infromasi tidak akan bermakna jika tidak dibaca dan ditelusuri secara detail akan kebenarannya.

Alumni Fakultas Hukum UI itu mengingatkan bahwa jadikanlah membaca sebagai kebiasaan dan gaya hidup yang update.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here