PBD Indonesia diprediksi bisa 5,3% Tahun Ini

0
100

Jakarta, namalonews.com- Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan produk domestik Bruto Indonesia bisa mencapai 5,3 persen tahun ini.

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander menyebut kebijakan fiskal telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menjaga stabilitas makro ekonomi dalam 15 tahun terakhir. Namun, kebijakan fiskal sangat berperan dalam menentukan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Lebih lanjut, Frederico menilai Indonesia berpotensi untuk mengurangi masalah ketimpangan dengan meningkatkan jumlah dan efisiensi pengeluaran yang bermanfaat. Frederico menyebut sektor kesehatan dan pendidikan harus menjadi perhatian.

“Juga mengatasi ketimpangan kesempatan dan membangun landasan untuk menopandang dan mendukung masa depan,” kata Frederico pada Selasa (27/03/2018).

Menurutnya, Indonesia harus efektif menggunakan dana di sektor infrastruktur, kesehatan dan bantuan sosial. Hal ini akan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus memantau bidang kesehatan dari swasta. Sebab, Indonesia sudah mengalami tekanan dari komoditas dan perbankan.

“Tak hanya itu, mengumpulkan lebih banyak pendapatan dengan efisien juga sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan. Sehingga, belanja juga bisa meningkat,” katanya.

Selain pertumbuhan produk domestik bruto di atas, Frederico mengimbau Indonesia memperhatikan efek perdagangan global yang melambat.

“Ada beberapa efek terhadap proyeksi tersebut. Di antaranya perdagangan global yang melambat,” katanya.

Untuk tingkat domestik, Frederico memperkirakan pertumbuhan konsumsi bisa melambat di tingkat swasta. Padahal, lanjutnya, hal itu menjadi sumber cadangan dari Produk Domestik Bruto negara.

Pada laporan triwulanan perekonomian kali ini, Frederico fokus pada pentingnya negara mengumpulkan lebih banyak pendapatan dan pembelanjaan dengan lebih baik.

“Ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan inklusif,” katanya.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menjamin pemerintah sedang melirik kesempatan untuk meningkatkan investasi yang ada. “Oleh karena itu, kita lihat apakah mereka terhalang oleh masalah perizinan, prosedural, apakah mereka juga perlu insentif,” katanya.

Sri Mulyani juga mengharapkan swasta bisa berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sri menambahkan pihak swasta juga berpeluang menjadi penggerak ekonomi Indonesia.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here