Produktivitas Susu Sapi Lokal Digenjot

0
253

Jakarta, namalonews.com- Kementerian pertanian (Kementan) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas peternak sapi lokal. Upaya ini diwujudnyatakan dengan menggandeng Industri Pengolahan Susu (IPS) dan Importir.

36 proposal kemitraan dengan peternak sapi perah lokal dari 44 industri pengolahan susu (IPS) dan importir terdaftar di Kementan. Hal ini pun dibenarkan oleh kementerian pertanian.

“Iya, benar sudah semua kok. Dari 44 perusahaan, yang terdiri atas 16 IPS dan 28 importir. Sebagian importir telah membentuk konsorsium sehingga secara keseluruhan berjumlah 36,” kata direktur pengolahan dan pemasaran Hasil peternakan kementerian pertanian Fini Murfiani di Jakarta pada Rabu (4/4/2018).

Beberapa importir telah membangun konsorsium sendiri untuk mengingat pengalaman pertama kali bergandengan tangan dengan peternak sapi perah lokal. Selain ini, pembentukan konsorsium juga dianggap akan mempercepat pelaksanaan program kemitraan yang tertuang dalam Permentan nomor 26 tahun 2017 tentang peredaran susu.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sebagian besar proposal itu berorientasi pada peningkatan kualitas peternak sapi perah lokal. Dengan demikian, bentuk kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas peternak lokal yang masih rendah.

Sementara itu, proposal yang diajukan importir mengarah kepada gerakan minum susu di masyarakat. Gerakan minum susu ini bertujuan meningkatkan pasar guna dalam program susu segar dalam negeri.

Pada pertengahan 2017, kementerian pertanian mengeluarkan aturan yang tertera pada nomor 26 terkait peredaran susu sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas Susu Segar Dalam Negeri.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal. Misalnya, pemerintah mengutus seluruh IPS dan Importir untuk membangun kerja sama dengan peternak lokal.

Semua ini dinilai searah dengan target produksi SSDN bisa memenuhi 40 persen kebutuhan susu nasional pada 2020 dan 60 persen pada 2025.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here