Dokter Terawan Dipecat, Tokoh Nasional Berpendapat

0
528

Jakarta, namalonews.com- Pemecatan atau pemberhentian Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kini menuai perbincangan yang serius. Dianggap melanggar kode etik, dokter ahli yang juga menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta ini dengan metode ‘cuci otak’nya dipermasalahkan.

Kejadian ini pun memicu tokoh nasional dalam testimoninya. Politikus senior Golkar yang juga mantan Menko Kesra, Aburizal Bakrie (Ical), mempelopori gerakan #SaveDokterTerawan di media sosial. Rupanya gerakan itu mendapat sambutan luar biasa dan merambah ke media mainstream.

@aburizalbakrie: Ramai diberitakan kabar Kepala RSPAD Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto, diberhentikan oleh IDI dengan alasan etik.Metode “cuci otak”nya dipermasalahkan, padahal dengan itu dia telah menolong baik mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke. #SaveDokterTerawan . Ical mempelopori gerakan tersebut karena pernah terbantu oleh dokter Terawan.

“Lalu dilakukanlah terapi yang juga dikenal sebagai ‘cuci otak’ itu,” kata Ical yang juga akrab dipanggil Bakrie, Ical, atau ARB, adalah pengusaha Indonesia yang pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar itupada media Rabu(4/4/2018).

Ternyata lain, keadaan kian  buruk dan Ical tak sadarkan diri. Keluarga kemudian membawa Ical ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Atas saran salah satu kerabat, Ical kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto. Prof dr Djoko Rahardjo, salah satu dokter kepresidenan, menyarankan dilakukan tindakan digital subtraction angiography (DSA). Tak lama, setelah diterapi Ical pun segera sadar dan kembali bugar.

ARB  merasa tidak ada yang aneh dari metode DSA dokter Terawan. Musabab fakta kesembuhan itu ada, dia pun banyak menyarankan koleganya berobat ke dokter Terawan. Banyak orang terbantu dan merasakan manfaat metode terapi yang dipraktikkannya.

Pernyataan sependapat juga diluncurkan oleh KSAD TNI Mulyono, ”Ya bela (dokter Terawan) saja sepanjang kita bagus (sehat), kenapa? Wong IDI nggak pernah komunikasi ke saya. Dia main ‘tembak-tembak’ sendiri. Memangnya siapa?” saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4)

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here