PERUBAHAN KURIKULUM, PERLUKAH?

0
334

Jakarta, namalonews.com- “Guru merupakan aktor dominan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Dengan alasan yang logis,  perubahan dan pengembangan kurikulum untuk penyesuaian tuntunan zaman. Kurikulum penting, namun tak kalah penting  bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. “More important than the curriculum is the question of the methods of teaching and the spirit in which the teaching is given.”

Pendidikan memerlukan sistem pendidikan yang mengarahkan dan mengembangkan ke arah aspek yang multidimensi. Hal ini jelas perlu adanya suatu kurikulum pendidikan. Secara singkat kurikulum memegang peranan yang sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di masa depan. Diharapkan peserta didik harus berbekal pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun keahlian untuk beradaptasi dan juga bisa bertahan hidup dalam lingkungan yang terus berubah.

Bukan semata-mata dan tidak bertuan, perubahan ini berdasarkan rujukan dari suatu survei internasional perihal kemampuan siswa Indonesia. Salah satu dari survei tersebut yaitu “Trend in International Math and Science” yang dilakukan oleh Global Institute beberapa tahun lalu. Berdasarkan survei tersebut, siswa Indonesia yang mampu mengerjakan soal berkategori tinggi dengan penuh penalaran hanya sebesar 5 persen saja.

Diharapkan dengan adanya pengembangan kurikulum ini bisa merupakan suatu bentuk inovasi di dalam pendidikan. Selanjutnya yang lebih berperanan dalam pengimplementasian kurikulum yaitu tenaga edukasi. Lebih terperinci lagi tentang kompetensi guru, komitmen, maupun tanggung jawab, serta kesejahteraan yang perlu ketat dijaga. Kompetensi guru lebih pada pembelajaran siswa yang menantang, memotivasi, menyenangkan, menginspirasi, dan memberi ruang siswa untuk menjalankan keterampilan proses. Kurikulum penting, namun tak kalah penting  bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. “More important than the curriculum is the question of the methods of teaching and the spirit in which the teaching is given.”

Pengetahuan tenaga pendidik atau guru tentang perubahan kurikulum bisa dibilang masih di permukaan saja, pemahaman teknis pengajaran masih  jauh di bawah. Sehingga tanpa disadari dan tanpa adanya persiapan yang memadai, perubahan struktur kurikulum yang potensial akan membuahkan kekacauan di tingkat sekolah.

Namun demikian, secara konvensial adanya kecenderungan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan selalu dikaitkan dengan adanya kesiapsiagaan sarana dan prasarana yang memadai. Lebih penting lagi kompetensi guru.

Adanya peningkatan kompetensi guru maupun tersedianya sarana dan prasarana pendidikan merupakan sumbangsih bagi peserta didik yang diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang terformat dalam kurikulum. Format dan rumusan ini pun pada Sistem Pendidikan Nasional masuk dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dengan pengertian, kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pelbagai aspek seperti sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Menengok lebih dalam lagi, guna menjamin supaya Standar Kompetensi Lulusan tercapai maka perlu adanya kegiatan belajar mengajar dengan pelengkapan beberapa standar seperti, satandar isi, standar proses, standar pendidik maupun tenaga edukasian, standar sarana dan sarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan maupun standar evaluasi pendidikan.

Kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan maupun kepemimpinan guru pada tingkat kelas di samping ketepatan perumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), maupun kerangka belajar, dan struktur kurikulum itu sendiri merupakan faktor-faktor keberhasilan Kurikulum. Guru merupakan aktor dominan. Karena guru secara langsung berhadapan dengan para peserta didik. Tentu saja dengan pendukung utama yaitu kepala sekolah supaya kurikulum tetap sebagai peningkat mutu pendidikan dasar dan menengah. Generasi penerus, budayakan membaca. Sehatkan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar). Bersama Buku dan Guru, Kuasai dan Taklukkan Dunia.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here