Sukmawati Soekarnoputri Meminta Maaf Sambil Menangis

0
587

Jakarta, namalonews.com- Sukmawati Soekarnoputri akhirnya tampil ke hadapan publik terkait puisi Ibu Indonesia buah karyanya yang menjadi polemik di masyarakat. Putri proklamator Indonesia ini menangis dan meminta maaf. “Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia,” ujar Sukmawati dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ada lima hal yang dibacakan Sukmawati dalam konferensi pers ini. Permintaan maaf merupakan poin kelima. Saat membacakan poin kelima tersebut, Sukmawati menangis dan suaranya terdengar sesegukkan.

Sukmawati menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan umat Islam karena puisi itu murni karya sastra yang ditulis dalam kapasitasnya sebagai seorang seniman. “Tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan ke-Islaman saya,” demikian katanya.

“Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan dari sebagian kaum marhaen yakni masyarakat non-Muslim terhadap Islam, dan sekaligus menjadi otokritik budaya yang saya lakukan sebagai bagian dari warga bangsa,” jelas Sukma.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan masyarakat Islam Nusantara yang Berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia dan indah,” sambungnya lagi. Namun dia sadar, puisi itu terlanjur viral dan banyak orang yang keburu salah paham.

Sukmawati berbicara setelah ramai protes terhadap puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dia bacakan pada acara Indonesia Fashion Week 2018 pekan lalu. Bagian puisi yang menyinggung mengenai azan dan cadar dianggap menghina umat Islam. Karena puisi itu pula banyak pihak yang tersinggung.

Berikut pernyataan lengkap Sukmawati :

Bismillah,
Assalamualaikum WR WB,
Merdeka!

Sehubungan dengan dinamika dan pro-kontra terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ yang saya bacakan dalam acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018 yang ternyata telah memantik reaksi dari sebagian kalangan umat Islam, dengan ini saya bermaksud untuk menyampaikan klarifikasi sebagai berikut;

1. Puisi ‘Ibu Indonesia’ yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni culture identity yang mana semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

  1. Saya mewakili pribadi tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi ‘Ibu Indonesia’. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya, putri seorang proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai waliyyul amri addlaruri bissyaukah pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh.
  2. Puisi ‘Ibu Indonesia’ adalah salah satu puisi yang saya tulis yang menjadi bagian dari buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi ‘Ibu Indonesia’ ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan yang saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.
  3. Puisi ini juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan diri melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara. Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam nusantara yang berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno, dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap ibu pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhineka namun tetap tunggal ika.
  4. Namun dengan karya sastra dari puisi ‘Ibu Indonesia’ ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya (Sukmawati menangis-red) mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ‘Ibu Indonesia’. Selain itu saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Avantie dan keluarga serta apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif.Demikian klarifikasi saya yang saya sampaikan melalui konferensi pers ini. Semoga saudara sebangsa dapat menyikapi permasalahan ini dengan bijaksana. Atas perhatian semua pihak saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamualaikum WR WB.
    Merdeka!

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here