Dokter Terawan, Ada Apa Dengan IDI?

0
253

Jakarta, namalonews.com- Polemik ‘cuci otak’ yang terus berkembang belum juga reda. Dokter Terawan Dipecat, Tokoh Nasional Berpendat. Mengundang pro kontra yang terus hangat. Kali ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku pernah menjadi pasien Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto.

“Saya ini sudah tiga kali diterapi oleh Terawan. Saya tiga kali, mau yang keempat kali. Saya dulu, biasalah, orang sudah 60-an tahun,” ujar Prabowo pada media saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Gerindra di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4/2018). Kala itu Ketua Umum Gerindra mengeluh tentang penyakit vertigo yang dirasanya.

Disinggung informasi beredar hal terkait, Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto, enggan menanggapi. Namun demikian Prabowo Subianto merasa prihatin. Menurutnya, penyembuhan dengan jalan yang diterapkan sangat bagus. Karena sangat membantu banyak prajurit TNI. Apalagi kala beliu masih aktif di satuan bergengsi waktu itu.

“Saya merasa prihatin, saya kaget. Tanpa mencampuri urusan IDI, saya kira dokter Terawan adalah putra bangsa yang luar biasa. Dan beliau sudah membantu dan menyelamatkan banyak orang di kalangan tentara yang saya tahu,” kata mantan Danjen Kopassus itu.

“Harusnya kita bangga, banyak orang di luar negeri ke sini kita punya sesuatu terobosan di bidang kedokteran di bidang teknologi, dirintis oleh seorang putra bangsa, harusnya kita bangga,” tambahnya.

Prijo Sidipratomo Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

Dalam surat IDI yang beredar, pemecatan sementara terhadap Terawan sebagai anggota IDI berlaku selama 12 bulan, yaitu 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Selain diberhentikan sementara, rekomendasi izin praktik Terawan juga dicabut. Terawan selama ini diketahui sebagai orang yang mengenalkan metode ” cuci otak” untuk mengatasi penyakit stroke. Terapi “cuci otak” dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here