Hotel Mewah Dari “Crane” Bekas

0
155

Jakarta, namalonews.com- Alat berat ‘Crane’  sering dijumpai di lokasi gedung-gedung yang sedang dibangun. Alat ini berfungsi untuk menarik benda-benda berat dari bagian bawah menuju ke atas atau ke samping gedung, begitu pula sebaliknya.

Namun, siapa sangka ‘crane’ juga berfungsi sebagai tempat istirahat yang nyaman. Di Negara kincir angina, Amsterdam, sebuah crane bekas justru disulap menjadi sebuah penginapan mewah lengkap dengan bak mandi.

Crane yang disebut sebagai Figee Crane 2868 itu sudah berdiri sejak masa Perang Dunia II di Pelabuhan Amsterdam. Namun, sudah tidak digunakan lagi sejak 1979 lalu.

The Yays Crane Apartment, demikian penginapan itu disebut. Bagi sebagian orang, mungkin akan terdengar sedikit aneh ketika mendengar crane disulap menjadi sebuah penginapan.

Bagi sebagian orang yang gemar mencari sesuatu yang baru, meginap di crane ini tentu akan menjadi pengalaman menyenangkan dan cukup mewah. Edward van Vliet, sang desainer, melihat crane tersebut memiliki fungsi yang tidak jelas, sehingga ia mengubahnya.

Sumber foto: istimewa

Ketika penginapan tersebut dibuka, sang operator terakhir crane tersebut bahkan berkomentar bahagianya, karena dapat melihat kawan lamanya mendapat ‘kehidupan baru’.

Edward menyulap kabin kecil yang semula merupakan ruang operator diperbarui dengan mengembalikan sejumlah bagian-bagian lama dan menambah perlengkapan baru. Kabin itu kemudian dibuat menjadi ruangan mewah dan tidak ortodok.

Dikelola oleh Yays Concierged Boutique Apartments, penginapan ini memberikan pengalaman berbeda kepada setiap pengunjung. Pelabuhan industri menjadi pemandangannya. Belum lagi pemandangan burung bangau yang terbang kian kemari di atas air laut pelabuhan.

“Kami senang mendapatkan kehormatan untuk mengelola kembali Figee Crane 2868 dan memberikannya kehidupan yang baru,” kata CEO Yays Concierged Boutique Apartments Peter Heule seperti dikutip dari laman Designboom.

“Crane tersebut kembali ke pelabuhan asalnya setelah direstorasi dan didekorasi ulang secara menyeluruh. Ini adalah cara bagaimana kami ingin berkontribusi pada pengembangan Kota Amsterdam,” tegasnya.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here