Pertamina Tutup Mulut Terkait Kelangkaan Premium

0
442

Jakarta, namalonews.com- Vise President Fuel Pertamina, Jumali membenarkan adanya surat peringatan dari pemerintah, khususnya kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) terkait kelangkaan pasokan premium.

“iya, memang banar. Pertamina dikirimi surat peringatan soal keluhan masyarakat akan kesulitan atau kelangkaan untuk mendapatkan premium,” kata Jumali pada Jumat (6/4/2018).

Jumali menyebut Pertamina telah mengalokasikan 30 persen premium dari target 7,5 juta kiloliter pada periode Januari sampai maret 2018. Dengan demikian, lanjut Jumali, pertamina telah mendistribusikan 2,2 juta kiloliter dari anggaran yang diwajibkan 1,8 juta kiloliter.

“Pertamina kan pada periode Januari hingga Maret ini sudah menyalurkan sebanyak kalau gak salah ingat 29,8 persen dari total penugasan penyaluran premium sebesar 7,5 juga kiloliter. Itu berarti, pertamina sudah menyalukan premium sebesar 2,2 juta kiloliter dari kewajiban 1,8 juta kiloliterm,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menjelaskan kementerian ESDM telah mengirimkan surat peringatan kepada pertamina untuk menjawabi keluhan masyarakat atas kelangkaan pasokan premium. Djoko menyebut penyaluran premium tahun lalu dan pada periode yang sama yaitu Januarai-Maret lebih besar jika dibandingkan dengan sekarang.

Lebih lanjut, Djoko menilai bahwa pada periode Januari-Maret 2018 menurun 50 persen dari jumlah pasokan premium tahun lalu.

“Ini kan udah terdaftar dan terencana ada dalam kuota. Paling tidak, konsumsinya sama, dan jika dikurangi 50 persen, ya otomatis kurang juga. Kita tegur di situnya,” kata Djoko.

Terkait surat peringatan dari Kementerian ESDM tersebut, pihak pertamina memilih tutup mulut terkait kelangkaan pasokan premium kepada masyarakat sebagaimana dikeluhkan Djoko.

“Pertamina tidak mengklarifikasi dan menjelaskan alasan terjadinya masalah kelangkaan pasokan premium ke masyarakat tersebut,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here