Ekspor Dedak Gandum ke Tiongkok 3 Kali Sepekan

0
176

Jakarta, namalonews.com- Badan Karantina Pertanian Banten menyebut bahwa pengiriman dedak gandung ke Tiongkok dilakukan 3 kali dalam tiap pekan. Hal ini terjadi seiring dengan semakin tingginya permintaan Tiongkok terhadap dedak gandum tersebut.

Disebutkan, pengiriman dedak gandum tersebut dilakukan tanpa memperhatikan hari libur. Kemarin, Minggu (8/4/2018), 488 ton dedak gandum dengan menggunakan 22 kontainer dikirim ke Tiongkok. Hal ini dilakukan sesuai dengan permintaan mereka.

“Ekpor dedak gandum dilakukan secara rutin. Waktu pengirimannya dilakukan 3 kali dalam tiap pekan. Tidak ada patokan hari khusus, yang terpenting 3 dalam sepekan sesuai permintaan Tiongkok,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian kelas II Cilegon Heri Yulianto.

Heri melanjutkan bahwa persiapan dedak gandum tersebut dilakukan sepekan sebelum diberangkatnya. Misalnya, Tiongkok minta kirim 10 unit kontainer dedak gandum tersebut pada minggu depan. Ini berarti, persiapannya harus dilakukan minggu ini.

Petugas Karantina Pertanian juga melakukan pemeriksaan sebelum diberangkatkan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya organisme pengganggu tumbuhan dan memastikan kesesuaian antara jenis dan volumennya.

Heri menjelaskan bahwa penyimpangan antara dokumen dan fisik bisa berakibat fatal, khususnya dari pihak Tiongkok. Mereka akan menolak komoditas tersebut jika tidak ada kesesuaian.

“Kamis cek untuk memastikan apakah persediaan dedak gandum tersebut sesuai dengan permintaan dari sana. Tujuanya agar tidak ditolak dan dibawa pulang lagi gandumnya. Makanya, kami teliti ceknya,” katanya.

Selain itu, Heri menjelaskan bahwa demi kelancaran proses ekspor, Badan Karantina Pertanian Banten membuka sistem elektronik terpusat. Sehingga, pengguna jasa dapat dipermudah dalam proses pengiriman dan penerimaan di pelabuhan.

Nilai ekspor dedak gandum tersebut diprediksi berkisar Rp 3-4 ribu per kilogram, khususnya limbah penggilingan gandum yang telah diolah menjadi tepung terigu.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here