Harga Beras Turun Drastis

0
188
ERWIN R WIDIAGIRI/"KP" Menurunnya hasil panen padi di sejumlah daerah hingga mencapai 30 persen akibat anomali cuaca berdampak terhadap harga beras di pasaran Cikurubuk Kota Tasikmalaya merangkak naik, dipicu pula peningkatan permintaan pasar dalam menghadapi bulan puasa. Terlihat pemilik kios beras sedang melayani pembeli di Blok C1.*

Jakarta, namalonews.com- Harga beras turun drastis di Pasar Indramayu-Jawa Barat pada Senin (9/4/2018). Penurunan harga ini disebabkan adanya panen raya di Wilayah Kabupaten tersebut.

Saat ini, harga beras diprediksi turun menjadi Rp 240 per 25 kilogram. Ini berarti harga beras diperkirakan mencapai Rp 9.600 per kilogram.

Sebelumnya, harga beras tercatat Rp 300 ribu per kilogram atau Rp 12 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga beras yang berkualitas tinggi mencapai Rp 11.500 per kilogram. Harga ini pun tergolong turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 13 ribu per kilogram.

Disebutkan, harga beras ini pun masih berpeluang akan turun lagi. Saat ini, pelaku pasar menyebut bahwa harga sekarang belum stabil.

“Masih sangat mungkin turun lagi ke depannya karena hasil panen terus melonjak. Makanya, harga ini belum stabil,” kata Roy pedagang beras di pasar tersebut.

Penurunan harga beras ini berdasarkan pasokan hasil panen rendeng pada 2017-2018 yang masih berlangsung. Sementara, beras yang dipanen pada musim gadu atau beras sodon 2017 masih terpantau stabil.

Saat ini, harga beras sodon masih berada pada kisaran Rp 13 ribu per kilogram. Harga ini masih sangat stabil untuk beberapa hari ke depannya.

Stabilitas harga beras Sodon tersebut disebabkan kualitas air di dalamnya lebih kering. Dengan demikian, nasi yang dihasilkan beras sodon akan sangat empuk.

Sedangkan, beras anyar memiliki kadar air yang tinggi. Kebanyakan kadar air tersebut sangat berpengaruh pada kualitas nasi yang dihasilkan.

Tidak mengherankan, masyarakat sekitar, kata Roy, lebih senang mengkonsumsi beras soton meski harganya tergolong mahal.

Penurunan harga ini berimbas pada pengurangan jumlah pasokan beras ke pasar. Para pedagang, khususnya beras, mempertimbangkan kemungkinan akan adanya penurunan harga lagi ke depannya.

Sehingga, mereka mulai mengurangi pasokan beras ke pasar Indramayu. Ditambah pula, pasokan beras masyarakat terus melonjak.

“Saya sih hanya menyediakan dan memasok beras untuk pelanggan yang udah pesan terlebih dahulu. Saya takut kalau sediain banyak beras sementara harganya belum stabil ditambah jumlah pasokan dari masyarakat terus meningkat,” kata Reti, pedagan beras keliling.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here