IDI Memutuskan Penangguhan Pemecatan Dokter Terawan

0
188

Jakarta, namalonews.com- Mayjen dr Terawan Agus Putranto saat ini sedang ramai dibicarakan di medsos terkait metode ‘cuci otak’ yang dikembangkannya dan berujung ‘skorsing’ selama 1 tahun oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Karena IDI menilai dr. Terawan melanggar kode etik selama menjalani tugasnya.

Hal ini kemudian memicu polemik antara IDI dengan masyarakat, terlebih mereka yang pernah disembukan penyakitnya oleh dr.Terawan. Publik pun ramai-ramai memberikan dukungan kepada dr Terawan. Beberapa pasien ‘cuci otak’ kemudian membuka suaranya, mereka menyayangkan sikap IDI tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PB IDI Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis memberikan penjelasan bahwa pemecatan dr Terawan ditunda.  Penangguhan pemecatan diputuskan setelah pihaknya menggelar forum pembelaan terhadap dr Terawan pada 5 April yang lalu.

“Setelah melalui rapat Majelis Pimpinan Pusat tanggal 8 April 2018 yang dihadiri seluruh unsur pimpinan pusat. Maka, rapat tersebut memutuskan menunda melaksanakan putusan MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran), oleh karena keadaan tertentu. Dengan demikian, ditegaskan dr Terawan masih berstatus sebagai anggota IDI,” kata Ilham di Kantor PB IDI, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Baca juga : Dokter Terawan, Ada Apa dengan IDI?

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akhirnya menyerahkan kasus Dokter Terawan ke Kementerian Kesehatan, karena telah memicu kebingungan masyarakat dan berpotensi memicu perpecahan di kalangan dokter. “Hal ini lebih menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat serta berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan dokter,” ujar Ilham Oetama Marsis.

Dalam tugasnya sebagai dokter ‘cuci otak’ selama ini dokter Terawan telah berhasil menyembuhkan beberapa pasien, diantaranya mantan presiden SBY, Prabowo Subianto, Mahmuf MD, mantan Wapres Try Sutrisno, mantan kepala BIN Hendropriyono, serta tokoh pers Dahlan Iskan beserta istrinya. Bahkan dokter Terawan juga berhasil menyembuhkan seorang pasien yang berasal dari luar negeri.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here