Mendikbud Muhadjir Effendi: Kurtilas Siap Di TAB 2018/2019

0
277

Jakarta, namalonews.com- Dalam kurikulum terbaru, selain guru sebagi actor dominan, guru juga wajib sebagai penggerak yang pasif. Di sini, para murid diharapkan bisa mengimplementasikan kurikulum yang sedang diterapkan di sekolah. Tak jauh dari CBSA, cara belajar siswa aktif. Siswa harus aktif dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan guru. Guru pun harus aktif berperan sebagai fasilitator imbangannya.

Target pencapaian kurikulum terus diharapkan pemerintah dan masyaarakat Indonesia. Banyak penyempurnaan yang terus dilakukan. Perbaikan dan penyempurnaan terus dilakukan berdasarkan pengamatan, masukan, pengalaman, maupun pendampingan di lapangan.

“Mulai April ini, guru sasaran yang akan dilatih mencapai sekira 500.000 orang berasal dari 78.891 sekolah,” kata Hamid Muhammad, Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan,  kepada media Kamis (5/4/2018).

Hamid Muhammad menjelaskan, pemerintah terus mempersiapkan para instruktur yang akan melatih para guru terkait pembelajaran kurikulum terbaru. Lebih tepatnya lagi, Penyiapan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan  (P4TK) untuk para guru di tingkat  kabupaten/kota.

Pelaksanaan pemberdayaan diperuntukkan bagi Kepala Sekolah maupun perwakilan Guru dari tiap-tiap sekolah. Mulai dari jenjang Sekokah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, maupun Sekolah Menengah Kejuruan.

“Hingga pekan ketiga bulan April, saya kira bisa diselesaikan penyiapan kapasitas guru untuk menerapkan K-13,” tambah Hamid Muhammad.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, E. Nurzaman, ”Guru harus memberi kesempatan kepada muridnya untuk bertanya dalam pernerapan Kurikulum Baru. Rangsangan berpikir akan lebih tinggi dan lebih besar jika siswa mengajukan pertanyaan dibanding sekadar menjawab pertanyaan guru.”

“Tahun lalu, K-13 sudah diterapkan secara bertahap. Pada tahun ajaran ini, harus melaksanakan semuanya,” kata Nurzaman pada media kemarin.

Muhadjir Effendi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dikonfirmasi, ”Seluruh sekolah mesti menetapkan K-13 pada tahun pelajaran yang akan datang (2018/2019). Kemendikbud, melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, menjadi fasilitator agar tak gagap Kurtilas,” tutupnya pada media kemarin.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here