Pemerintah Ajak Pemuda Kembangkan Pertanian Organik

0
186

Jakarta, namalonews.com- Program Pemuda Tani Organik Berbasiskan Kearifan Lokal membuahkan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, Pemerintah mengajak petani muda untuk mengembangkan pertanian organik.

Pertanian organik, khususnya padi, akan dikembangkan dengan menggunakan pupuk organik berupa Mikroba 5 yang berasal dari beras, tanah pohon bambu, gula merah, batang pisang, kotoran sapi, dan lain-lain.

Selain itu, “biayanya jauh lebih murah. Sekali pembuatan Mikroba 5, langsung bisa digunakan hingga empat musim tanam. Kita tidak perlu biaya pupuk lagi,” kata Jhon petani muda Lamongan, Jawa Timur pada Senin (9/4/2018).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa mengembangkan pertanian organik juga punya tantangan sendiri. Khususnya, bagi sawah organik yang diapit oleh sawah petani yang menggunakan pupuk kimia.

“Sejak awal saya naman padi udah pada cemooh tetangga. Padi saya kan selalu kuning dan mereka bilangin ke saya, kalau tidak kuat beli pupuk, lebih baik jangan bertani. Saya tetap jalan terus. Saya dalam hati pikir, padi subur itu tidak harus hijau. Dan, akhirnya, saya bisa tunjukin hasilnya,” katanya.

Pemerintah menyebut masyarakan mengaku senang dan menyambut baik program ini. Program ini dinilai menjadikan pemuda tertarik menggeluti sektor pertanian.

Pemerintah Setempat atau daerah tentu mendukung pengembangan program pertanian organik tersebut. Hal ini diharapkan bisa diperkuat dengan kebijakan dan regulasi baik pusat maupun daerah agar bisa berkembang luar.

Program pemuda tani ini diselenggarakan di 10 provinsi di seluruh Indonesia. Seribu pemuda sedang mengikuti proses pembinaan. Program ini merupakan bagian dari regenerasi petani yang terus mengalami krisis akibat minimnya pemuda menggeluti profesi petani.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here