Puluhan Triliun Rupiah Ditanggung, Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Langsung

0
303

Jakarta, namalonews.com- Bambang Soesatyo dalam keterangan kepada media dalam acara Partai Golkar di Jakarta, Sabtu kemarin menegaskan, ”Kata Mendagri, Tjahjo Kumulo, negara mengeluarkan puluhan triliun rupiah untuk pembiayaan pilkada secara langsung. Kalau dialihkan untuk kebutuhan rakyat Indonesia yang lain, barangkali lebih bermanfaat,” terangnya pada media.

Bamsoet, lebih akrab disapa begitu-red, menilai anggaran tersebut akan banyak faedahnya jika untuk kepentingan rakyat. Seyogianya perlu dikaji ulang sistem pilkada langsung tersebut. DPR maupun Kemendagri setuju tentang evalusi sistem pilkada lansung dan malah berencana mengembalikannya sistem pilihan kepala daerah langsung via DPRD.

Selain itu dalam pilkada langsung disinyalir muncul adanya indikasi potensi konflik maupun politik uang. Jika memang hal itu ada, nanti akan terbentuk pejabat-pejabat daerah yang tidak sehat atau bahkan yang berjiwa koruptif.

“Wacana pilkada perwakilan di DPRD ini adalah wacana pribadi. Awalnya, setelah saya kunjungi di berbagai daerah, kami mendapat keluhan dan laporan dari daerah bahwa dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pilkada langsung sangat merusak. Terutama merusak moral masyarakat kita di daerah,” jelas Bamsoet.

Selain hal tersebut, dikhawatirkan, ”Ancaman perpecahan, transaksional juga ikut mendorong perilaku jiwa koruptif calon kepala daerah,” tambahnya.

Dalam penjelasan lebih lanjut, pengkajian ulang pilkada bukanlah langsung serta mertakan mengubah sistem pilkada yang saat ini berjalan. DPR tentunya juga bakal menimbang aspirasi dari rakyat. Lebih lanjut beliau akan meminta kepada seluruh kekuatan politik untuk mempelajari sistem pilkada langsung.

“Kami minta seluruh kekuatan politik yang ada bisa melihat kembali, mempelajari kalau memang pilkada langsung memberikan manfaat banyak kepada masyarakat ya akan kita teruskan,”tuturnya pada media.

Pada kesempatan yang sama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, ”Karena pihak kepolisian yang didukung TNI dan BIN optimal mengamankan penuh. Kemudian kami juga terus berkomunikasi, mencukupi apa yang dibutuhkan KPU maupun Bawaslu dalam menyukseskan Pilkada 2018,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here