Yuhsril Ihza Mahendra: Pilpres 2019 Terbentukkah Triumvirat?

0
252

Jakarta, namalonews.com- Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang berpendapat bisa jadi dalam pilpres 2019 cuma ada calon tunggal. Agreement partainya sudah memutuskan bahwa jika ada pasangan calon (paslon), tunggal PBB akan berkampanye dan mendukung kotak kosong.

“PBB sudah memutuskan, bahwa kalau ada pasangan calon (paslon) tunggal kami akan kampanye mendukung kotak kosong,” kata Yusril pada media saat ditemui di kantor PBB, Jakarta, Senin (09/02/2018).

Lebih lanjut, beliau menerangkan meskipun yang muncul hanya pasangan calon  tunggal, pesta demokrasi tetap bisa dilaksanakan. Namun demikian, dalam terangnya, ada tiga kemungkinan calon presiden. Yang pertama calon tunggal inkumben Joko Widodo, kedua dua pasang calon, yaitu Jokowi melawan Prabowo Subianto, ada pun kemungkinan ketiga poros baru akan segera muncul.

Jika hanya ada calon tunggal maka siapa pun itu harus mendapatkan 50+1 dari suara sah pemilih dan juga menang di 18 provinsi. Namun demikian, jika perolehan suara tersebut tidak tercapai pasangan tidak terpilih menjadi presiden. “Jika kotak kosong, itulah yang menjadi presisen,” tambahnya.

Namun jika kotak kosong yang menang akan aneh. Sebab jika kotak yang kosong mendapat suara yang lebih banyak, selanjutnya akan terjadi kekuasaan yang vakum.

“Pak Jokowi sudah habis masa kekuasaannya. Triumvirat juga sudah habis masa kekuasaannya. Dan MPR tidak bisa lagi menunjuk pejabat, presiden juga tidak bisa memperpanjang jabatan presiden,” terang ketua PBB.

Perintah atau kekuasaan yang dipegang oleh tiga orang sebagai satu kesatuan itulah Triumvirat. Dan kalau itu sampai terjadi, lanjut Yusril, ”Indonesia bisa masuk dalam situasi krisis Konstitusional.”

Namun demikian yang namanya politik itu dinamis dan perkembangannya pun cepat sekali. Yusril Ihza Mahendra menerangkan, kemungkinan muncul poros ketiga pun sangat kecil. Karena gejala-gejala tersebut mestinya sudah kelihatan jauh hari sebelumnya.

“Sepertinya baru wacana. Kelihatan dari Undang-Undang, Skenarionya calon tunggal maupun Pak Joko Widodo yang berhadapan dengan Pak Prabowo Subianto,” tutupnya pada media.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here