Indonesia dan Afrika Bahas Kerja Sama Perdagangan

0
136

Jakarta, namalonews.com- Nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara di Benua Afrika diperkirakan akan melonjak 11 persen sepanjang tahun ini.

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah, khususnya Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan gelar pertemuan bilateral di Indonesia-Afrika; Nigeria, Maroko, dan lain-lainnya saat jeda sidang Indonesia-Africa Forum 2018 di Nusa Dua Bali pada Selasa (10/4/2108).

“Pertemuan bilateral ini menjadi salah satu staretegi untuk meningkatkan perdaganang Indonesia di Afrika. Perencanaan ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk mewujudkan kejahteraan rakyat dengan meningkatkan dan serta memperkuat perdaganannya.

Tercatat, Nilai perdaganan antara Afrika dan Indonesia sepanjang 2017 mencapai 8, 84 miliar dollar AS. Angka ini melonjak 15,25 persen dibandingkan dengan 2006.

Pemerintah tetap mengakui bahwa tarif tetap menjadi persoalan mendasar dalam membangun kerja sama perdagangan dengan Afrika. Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa tarif menjadi hambatan besar dalam membangun kerja sama perdagangan dengan negara-negara di Kawasan Afrika.

Oleh karena itu, Menteri perdagangan Indonesia dan perwakilan negara-negara kawasan Afrika gelar pertemuan bahas hambatan tarif tersebut. Sebab, Indonesia, lanjut Enggartiasto, belum memiliki ikatan perjanjian yang kuat dengan negara-negara di Kawasan Afrika. Hal ini yang memungkinkan menteri perdagangan bahas tarif yang bisa mengakomodasi dan memperkuat kerja sama antara negera tersebut.

Selain itu, Menteri perdagangan juga menyebut dinamika politik internal negara-negara kawasan Afrika menjadi tantangan baru dalam membangun kerja sama perdagangan.

Namun, Enggartiasto menyebut Indonesia tetap optimistis akan memperkuat kerja sama perdangan dengan negara-negara di kawasan Afrika berdasarkan target yang telah dirancang.

Terlepas dari 2 hambatan tersebut, Menteri perdagangan menyebut bahwa Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika masih memiliki ikatan emosional di masa lalu. Ikatan emosional tersebut memampukan Indonesia dan negara-negara kawasan Afrika menjadi istimewa.

“Selain itu, kita juga harus mampu berkompetisi dengan negara lain,” kata Enggartiasto.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here