Joko Widodo: Student Loan, Kenapa Kurang Efisien?

0
269

Jakarta, namalonews.com- Program kredit pendidikan di perguruan tinggi  yang digadang oleh Presiden Joko Widodo  oleh beberapa kalangan disinyalir  tidak tepat sasaran.  Di antaranya, Riski Wicaksono,  Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesia Institute berpendapat, “ Pendanaan melalui skema kredit yang dilakukan secara massif sangat berisiko tinggi terjadi Non Performing Loan (kredit bermasalah). Apalagi program tersebut dikemas dalam bentuk Kredit Tanpa Agunan (KTA).”

Lebih lanjut menerangkan, “Perluasan kredit perbankan yang digulirkan sangat riskan terhadap kestabilan kinerja perbankan.”  Kuartal terakhir ini kredit bermasalah pada perbankan mengalami peningkatan 2,88%. Belum lagi, kondisi rupiah yang terus tertekan oleh dollar Amerika yang masih melemah pada kisaran Rp 13.730 – Rp. 13.780  terhitung sejak 1Maret 2018 sampai 9 Maret 2018.

Belum lagi situasi perekonomian dalam negeri yang masih terganggu politik dan perdagangan bebas di beberapa negara. Otomatis  penyaluran kredit dengan jumlah besar disinyalir akan berdampak terhadap perbankan.

Dalam pertemuan dengan pimpinan bank umum Indonesia, Joko Widodo memberikan pekerjaan rumah agar para pelaku perbankan mengeluarkan produk financialnya baru berupa kredit pendidikan.

Joko Widodo heran, kenapa perbankan Indonesia tak memiliki produk kredit pendidikan. Padahal nilai nominal outstanding kredit pendidikan di Amerika telah melampaui total pinjaman kartu kredit.

“Faktor lain seperti bagaimana mengukur tingkat kemampuan membayar cicilan bagi mahasiswa setelah lulus nampaknya belum menjadi bahan pertimbangan,” terang Riski

Mengacu pada data analisis Kemenristekdikti, tingkat keterserapan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2017 masih rendah. Yaitu hanya berkisar 17,5%. Hal yang sama terjadi pada lulusan jenjang sarjana dengan jumlah pengangguran 5,18 dibanding posisi sebelumnya per Agustus 2016.

“Bercermin pada kondisi yang saat ini terjadi masih sangat diragukan program kredit pendidikan mampu berjalan efektif. Pemerintah juga harus melaksanakan upaya mitigasi serta kajian yang lebih jauh lagi mestinya.” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here