Presiden Jangan Membagi-bagikan Sepeda

0
170

Jakarta, namalonews.com- Beberapa hari lalu terdengar kabar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan melarang Presiden Jokowi bagi-bagi sepeda di masa kampanye Pilpres 2019, jika telah resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masa kampanye dimulai pada September hingga April 2019 mendatang.

Seperti sudah menjadi kebiasaannya, Presiden sering membagi-bagikan kendaraan sepeda kepada masyarakat di saat kunjungan kerja di suatu daerah. Namun pada saat kampanye nanti hal tersebut tidak diperbolehkan lagi.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi, berkomentar tentang larangan Presiden Jokowi terkait membagikan sepeda di masa kampanye Pilpres 2019, jika telah resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita tidak mempermasalahkan larangan tersebut. Yang penting kan ada aturan yang jelas dan di masa kampanye, ya sah-sah saja Bawaslu atau KPU membuat aturan tersebut,” kata Johan.

Manurut Johan, presiden akan mengikuti aturan yang berlaku tentang kampanye. Apabila nanti sudah ada aturan yang melarang, maka Jokowi akan menjalankannya.

“Kalau ada aturan yang jelas bahwa itu tidak boleh dilakukan dalam masa kampanye, ya Presiden akan mengikuti aturan itu,” ucap Johan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan sebagai capres di masa kampanye, Jokowi hanya boleh membagi-bagikan bahan kampanye, misalnya kaos, tutup kepala, kalender, dan jenis bahan kampanye lain yang diatur Peraturan KPU (PKPU).

“Kami harapkan program bagi-bagi yang sering dilakukan Jokowi itu tidak dilaksanakan pada saat kampanye. Walau pun dia sebagai Presiden,” kata Rahmat.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here