BI-Pemerintah Dongkrak Sektor Industri

0
157

Jakarta, namalonews.com- Bank Indonesia dan Pemerintah gelar rapat koordinasi pusat daerah yang ke-15 di Batam pada Jumat (13/04/2018). Rapat koordinasi ini mengusung tema “Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor Melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri.”

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia menyebut Indonesia harus melakukan lompatan besar untuk bisa memperluas dan menumbuhkan lapangan kerja yang berpenghasilan tinggi.

“Langkah ini akan ditempuh dengan industri manufaktur yang sedang melejit pesat. Tentu saja, yang diharapkan agar upaya ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tapi juga harus berorientasi pada perluasan ekspor,” Dody Budi Waluyo, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.

Lebih lanjut, dia mengharapkan agar industri manufaktur juga harus berorientasi ekspor. Sehingga, industri tersebut bisa merekrut banyak tenaga kerja dan devisa.

Strategi yang ditempuh, tambahnya, bisa dengan menggunakan manufaktur berteknologi menengah tinggi, sedang, bahkan berteknologi padat karya.

Pada kesempatan yang sama pula, Deputi I kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan bahwa sejak 2005 keterlibatan sektor industri dalam negeri terus mengalami penurunan. Penurunan ini bisa dicermati dari share sektor industri yang kunjung meningkat hingga 2017.

Sepanjang 2017 tercatat share industri terhadap produk domestik bruto hanya berkisar 20 persen.

Lebih lanjut, Simorangkir menjelaskan bahwa suatu negara yang bisa berpendapatan tinggi dan tidak akan terjebak di pusaran ekonomi middle income country adalah dengan mendorong dan mengembangkan sektor industri untuk merambah lebih leluasa dari pertumbuhan ekonomi.

Persoalan ini tentu, lanjutnya, menjadi sorotan pemerintah untuk kembali membangkitkan dan memperluas sektor industri dalam negeri.

“Jika Indonesia tetap tidak mengembangkan sektor industri, maka ketergantungan bahan baku terhadap industri akan terus melonjak kuat,” katanya.

Jika ini terjadi, daya saing industri Indonesia akan terus menurun hingga pada titik terendah dalam pasar ekonomi global.

Bank Indonesia dan kementerian koordinator perekonomian mengharapkan agar kementerian lainnya turut serta dalam memetakan permasalahan sesungguhnya yang terjadi. Selain itu, dia mengimbau agar pemerintah juga terus terlibat menggenjor dan mendorong dalam memperluas sektor industri dalam negeri.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here