Kegiatan Usaha Mulai Meloncat

0
367

Jakarta, namalonews.com- Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia terhadap kegiatan dunia usaha menunjukkan adanya peningkatan pada kuartal pertama 2018 dibandingkan dengan sebelumnya.

Terbukti, saldo bersih tertimbang tercatat mencapai 8,23 persen pada kuartal pertama 2018. Hal ini melonjak satu persen lebih dari 7,40 persen pada kuartal IV-2017.

Bank Indonesia menyebut bahwa peningkatan kegiatan usaha, khususnya terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan dan industri pengolahan. Perbaikan sektor industri pengolahan terlihat pada prompt manufacturing index yang berada pada fase ekspansi khususnya pada kuartal pertama 2018.

“Kita lihat aja sektor perikanan meningkat 2,40 persen. Industri pengolahan juga naik 2,17 persen,” demikian Yati Kurniati, kepala departemen statistik Bank Indonesia pada Kamis (12/4/2018).

Kurniati melanjutkan Purchasing Managers Index pada kuartal pertama 2018 tercatat 50,14. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan karena melonjak di atas 50.

Lebih lanjut, Kurniati menegaskan bahwa volume pesanan, produksi, penggunaan tenaga kerja, pengiriman dari pemasik, dan kondisi inventory menjadi faktor utama dalam menentukan peningkatan dan perluasan industri pengolahan.

Kurniati menyebut volume pesanan dan produksi menjadi faktor utama dalam mendorong perluasan industri pengolahan. “Volume pemesanan terlihat melonjak sehingga mendorong produksi untuk terus menambah lebih banyak lagi dari sebelumnya,” katanya.

Selain itu, survei juga memperlihatkan kapasitas produksi yang terpakai pada kuartal pertama 2018 melonjak dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tingkat pemakaian kapasitas produksi membaik dari 75 persen pada kuartal IV-2017 naik menjadi 76, 28 persen pada kuartal pertama 2018.

Hal ini bertentangan dengan tingkat penggunaan tenaga kerja yang belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terbukti, kontraksi SBT jumlah tenaga kerja menurun dari -0,89 persen pada kuartal IV 2017 menjadi -0,88 persen pada kuartal pertama 2018.

Sedangkan, sektor keuangan, khususnya kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha menunjukkan kestabilan dengan akses kredit perbankan yang lebih mudah.

Survei juga menunjukkan perkiraan ekspandi kegiatan usaha akan terus berlanjut pada kuartal kedua 2018. Hal ini bisa diprediksi dari SBT kegiatan usaha yang meningkat menjadi 18 persen pada kuartal kedua 2018.

Perkiraan peningkatan kegiatan usaha ini diperkuat dengan adanya perkiraan tingkat penggunaan tenaga kerja dan investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal pertama 2018. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diprediksi terjadi pada sektor industri pengolahan.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here