Lulusan Sekolah Zaman Now, Mampukah Berdikari?

0
295

Jakarta, namalonews.com- Perkembangan teknologi informasi terus meroket. Bak jamur di musim penghujan. Pelbagai lini kehidupan berubah drastis. Bahkan sangat dinamis. Industri zaman sekarang jauh beda dengan tempo dulu. Perkembangan teknologi mengundang perilaku pasar bahkan konsumen. Hal ini ikut memaksa perusahaan beradaptasi. Sehingga kualifikasi tenaga kerja dan sumber daya manusianya pun harus mengimbangi.

Mark Chaban, Direktur Pendidikan Microsoft Area Timur Tengah dan Africa, “Industri pada era modern membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai skill 5 C. Yakni: Communication (kominukasi), collaboration (bekerja sama), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), dan computational learnig (penggunaan teknologi).” Ungkapnya pada Technet,Microsoft.Com.

Lebih lanjut Mark Chaban menyebut, mahir berkomunikasi, cakap dalam berkolaborasi dengan sesama rekan kerja, berpikir kritis untuk solusikan masalah, kreatif dalam menciptakan ide baru, dan mampu menggunakan teknologi terkini dalam pemecahan masalah yang dihadapi.

Bagaimanakah dengan pelajar di Indonesia? Apakah mereka sudah menguasai dan terbiasa dengan 5 C tersebut? Seribu sayang, sistem pembelajaran yang berjalan saat ini malah membuat murid kesulitan mengembangkan dan menguasai 5 C tersebut.  Satu-satunya penyebab yakni, banyak sekolah di Indonesia yang memberlakukan metode pembelajaran konvensional atau teacher learning centre.

Metode tersebut dipandang oleh beberapa kalangan dan tokoh pendidikan tidak akan memberikan kemerdekaan bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan bakat minatnya. Yang otomatis lulusan yang dihasilkan tidak bakal mempunyai relevansi dan tuntutan industri terkini. Alhasil hanya kian mempertebal angka pengangguran.

Badan Pusat Statistic (BPS) mencatat, pengangguran Indonesia per Agustus 2017 sebanyak 7,04 juta orang. Anak tersebut naik sebesar 10.000 dari sebelumnya 7,03 juta. Data menunjukan bahwa lulusan sekolah tingkat atas yang paling mendominasi.

Bagaimana dengan pelajar masa kini yang disebut generasi Z. Generasi ini sangat akrab dengan dunia gadget dan internet yang memang mereka lahir pada saat teknologi ini sedang merajalela. Tidak hanya untuk alat komunikasi namun sebagai sumber informasi utama, hobi, maupun sebagai pengurai solusi yang tepat.

Untuk menyikapi, sebaiknya sekolah menerima program tersebut ke dalam kegiatan belajarnya. Guru bisa mengajak anak bermain mengembangkan kemampuan critical thinking dan problem solvingnya. Guru berperan penting dalam memastikan perangkat yang digunakan oleh murid harus sehat dan tepat. Hingga didapat kondisi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Yang pada hakikatnya, sekolah bisa memproduksi lulusan berkualitas dengan tuntutan industri masa kini.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here