Menteri Keuangan Sri Mulyani: Indonesia Segera Keluar dari Middle Income Trap

0
357

Jakarta, namalonews.com- Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, “Kalau Indonesia ingin segera keluar dari  middle income trap, maka current account-nya harus surplus. Keadaan ini yang sekarang kita tuju,” terangnya pada media, Kamis 12/04/2018.

Seperti yang kita ketahui, sekarang Bank Indonesia (BI) menilai  Indonesia harusnya segera keluar dari middle income trap atau jebakan pendapatan menengah. Jika hal ini bisa diwujudkan maka transaksi akan berjalan dan current account bisa surplus. Karena selama ini Indonesia masih deficit.

Sejak tahun 2017 Indonesia tercatat hanya 1,7 % deficit transaksi berjalan. Ini pun dari produk domestic bruto. Perokonomian akan cepat terdorong dan nantinya Indonesia akan keluar pendapatan menengah jikalau transaksi berjalan surplus.

Indonesia disebut sebagai Negara yang masuk dalam kategori middle income trap. Hal ini dikarenakan karena untuk penyebutan negara yang masyarakatnya berkutat pada pendapatan menengah. Bisa saja Indonesia menjadi negara dengan pendapatan tinggi yaitu ekonominya harus sebesar 5,42% setiap tahunnya secara rata-rata. Sekarang pendapatan perkapita rakyat Indonesia hanya sebesar U$$3.900.

Untuk mendorong pendapatan masyarakat guna peningkatan current account surplus yaitu dengan peningkatan ekspor. Kita harus mencari sumber perekonomian baru dil luar komoditas yaitu sector manufaktur.

Di tempat terpisah, disinggung agar Indonesia bisa keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, “Indonesia harus persiapan waktunya sampai tahun 2027, karena Indonesia telah masuk dalam kategori Negara berpendapatan menengah sejak tahun 1985.”

Lebih rinci  Menteri Keuangan menjelaskan untuk bisa keluar dari middle income trap ada beberapa tindakan yang harus dipenuhi. Di antaranya yaitu Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekomomi yang tinggi, serta inklusif yaitu dengan faktor utama produktivitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur yang baik, jaring pengaman sosial yang ampuh untuk proteksi yang rentan dan miskin. Tak kalah pentingnya istitusi publik yang efisien dan bersih didukung sektor dari swasta subur dan bersaing.

Menurut Sri Mulyani ada beberpa hal yang menjadi asset utama suatu bangsa. Diantaranya yaitu jumlah angkatan kerja yang berpendidikan dan mahir teknologi informasi. Hal ini penting untuk peningkatan produktivitas. Selanjutnya pengaruh urbanisasi, harga komuditas global yang melemah, dan yang terakhir yaitu perubahan ekonomi Cina yang mendorong kenaikan upah buruh di Cina yang menciptakan peluang berkembangnya investasi ekspor padat karya.

Selanjutnya, Sri Mulyani berharap perlu kebijakan yang tepat untuk peneningkatan kualitas dan keahlian tenaga kerja serta peningkatan kualitas bagi lulusan sekolah kejuruan atau universitas guna mengisi pembangunan Indonesia.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here