Pemerintah Bantah Stok Listrik Tidak Stabil di Jawa dan Bali Saat Lebaran

0
148

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bantah pasokan tenaga listrik tidak stabil pada lebaran 2018 untuk daerah Jawa Timur dan Bali.

“Kami pastikan kesiapan keamanan stok listrik lebaran akan terjamin untuk wilayah Jawa Timur dan Bali,” demikian Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Jumat (13/04/2018).

Jonan menambahkan saat ini pembangkit listrik yang beroperasi di Jawa Timur dan Bali bisa menghasilkan 9.301 megawatt (MW).

Sementara, beban terkuat sistem listrik Jawa Timur-Bali, kata Jonan, tercatat hanya mencapai 5.572,39 megawatt. Di lain pihak, Direktur Regional PT PLN (Persero) Untuk Wilayah Jawa Timur-Bali, dan Nusa Tenggara, rata-rata beban puncak tertinggi lebaran diperkirakan mencapai 3.800 megawatt. Dengan demikian, pasokan listrik cadangan lebaran masih mencukupi.

PLN juga menyebut pembangunan proyek SUTET 500 kV Surabaya-Grati diubah menjadi Underground Cable 500 kV. Perubahan disebabkan proyek SUTET berada di lokasi rencana induk pengembangan Bandar Udara Juanda.

Oleh karena itu, PLN meminta dukungan akan pengesahan rencana induk Bandar Udara Juanda untuk segera dirampungkan sebagai landasan pengajuan izin penetapan lokasi Underground Cable.

Selain itu, PLN juga ingin APB Jawa Timur dialihkan ke pembangkit listrik tenaga gas uap 2 dan 3 Gresik dari 500 kiloVolt ke 150 Kilovolt. Pengalihan output pembangkit listrik tenaga gas uap itu dilaksanakan untuk menambah dan memperkuat pasokan krian 1 dan 2 dengan memindahkan outlet 1 Gas Turbine Gresik dari 150 kiloVolt ke 500 kiloVolt.

PLN menyebut upaya ini sebagai salah satu bentuk preventik atau mencegah terjadinya defisit pembebanan pada subsistem Krian 1 dan 2 pada 2019-2020.

PLN menjelaskan bahwa saat beban rendah, maka reserve Shutdowun pada pembangkit listrik tenaga Uap Gresik 1 atau 2 dapat dilakukan. Sehingga, dengan tidak beroperasinya pembangkit tersebut, khususnya ketika beban rendah, akan menurunkan biaya operasi pembangkit hingga akhirnya akan menurunkan biaya pokok penyediaan pembangkit.

PLN memproyeksikan pembebanan GT Gresik akan optimal pada 2018-2019. Selanjutnya, akan turun sesuai kebutuhan sistem setelah GITET 500 kiloVolt Waru atau GITET 500 kiloVolt Surabaya Selatan beroperasi.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here