Bangladesh Bantah Klaim Myanmar Terkait Warga Rohingya

0
161

Jakarta, namalonews.com- Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah Myanmar menyebut sebagian pengungsi Rohingya telah kembali dari Bangladesh. Myanmar mengklaim bahwa keluarga pengungsi tersebut telah diberikan fasilitas dan pasokan kebutuhan rumah tangga dan kartu identitas akan kewargaa-negaraan.

Namun, pemerintah Bangladesh membantah klaim pemerintahan myanmar tersebut terkait pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh.

Tercatat, diperkirakan mencapai 700 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh untuk menghindari berbagai serangan atau aksi militer di daerah kediaman mereka di Negara Bagian Rakhine dan sekitarnya. Sejak 2017, para pengungsi tersebut menetap di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar.

Namun, pemerintah Bangladesh menyebut bahwa keluarga Rohingya itu tidak pernah tinggal di perbatasan antara kedua negara tersebut. Bahkan, Bangladesh menyebut bahwa mereka tidak pernah meninggalkan Myanmar.

Untuk menanggapi pernyataan pemerintah Bangladesh tersebut, Myanmar merilis foto warga Rohingya yang dipulangkan dan diberikan verifikasi kartu identitas.

Tindakan pemerintahan Myanmar ini pun menuai kritikan dari pengamat. Pengamat kasus Myanmar menyebut bahwa tindakan tersebut sebagai bentuk publisitas, sehingga sangat disayangkan.

Asif Munier, pengamat masalah pengungsi yang bekerja untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengajak pemerintah Bangladesh dan dunia internasional untuk mendalami maksud tindakan pemerintahan Myanmar merilis foto warga Rohingya.

Rohingya merupakan kelompok etnik minoritas di Myanmar. Mereka dikabarkan tidak diakui sebagai warga negara. Hal ini yang menjadikan mereka tidak memiliki status warga negara yang jelas. Sehingga, mereka disebut warga ilegal dari Bangladesh.

Ratusan ribu warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dan wilayah perbatasan kedua negara tersebut. Pada Desember 2017, pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah sepakat untuk mulai memulangkan para pengungsi Rohingya.

Saat ini, pemerintah Bangladesh telah memberikan 8 ribu pengungsi Rohingya yang terdaftar menyeberangi perbatasan.

Namun, banyak pihak masih mengkhawatirkan keamanan para pengungsi Rohingya tersebut jika dipulangkan ke Myanmar.

Pada Jumat 13 Aprlil, Badan Pengungsi yang bernaung di bawah PBB menyebut kondisi Myanmar beluk sepenuhnya kondusif bagi para pengungsi untuk kembali dengan aman, secara bermartabat, dan berkesinambungan.

“Para pengungsi Bangladesh mengatakan bahwa sebelum mempertimbangkan kembali ke Myanmar, mereka harus melihat perkembangan konkret terkait status hukum mereka dan kewarganegaraan, keamanan, dan kemampuan menikmati hak-hak mendasar di Negara Bagian Rahknine,” kata UNCHR, badan PBB untuk pengungsi.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here