Duet Joko Widodo – Prabowo, Redam Konflik Nasional?

0
638

Jakarta, namalonews.com- Angin penawaran posisi cawapres kepada Prabowo Subianto untuk mendampingi Joko Widodo semakin sepoi semilir ke telinga masyarakat. Hal ini lebih dominan dan semakin memperkuat setelah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengeluarkan beberapa argumennya  tentang pembenaran pernyataan penawaran tersebut.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Romi sapaan akrab Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan tersebut membeberkan ucapan Joko Widodo yang ingin mendekati Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sejak bulan November 2017. Joko Widodo sempat dua kali ketemu Prabowo. Untuk mengapresiasi tawaran cawapres, menurutnya.

Pihak Prabowo pun merespon positif, namun dari kubu Joko Widodo yang diperkuat oleh lima ketua umum parpol pengusung Joko Widodo di Pemilihan Presiden tahun 2019 belum mengetuk palu.

Lebih lanjut, Romi mengatakan hal ini untuk mengurangi konflik yang mungkin terjadi di  dalam tahun politik pilpres 2019. Dikhawatirkan, akan terjadi konflik yang semakin besar. Sehingga jika timbul gab gab antara Joko Widodo dan kubu Prabowo Subianto akan mudah terselesaikan dengan kondusif.

Dikonfirmasi lebih lanjut ke Presiden Joko Widodo, beliau menanggapi santai pernyataan Romi soal Prabowo Subianto sebagai kandidat cawapres.

Joko Widodo meminta agar Romi bertanggung jawab tentang ucapannya. Agar masyarakat Indonesia bisa menyikapinya secara datar dan damai.

Dalam keterangannya hal terkait, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Perjuangan berpendapat, “ Sebab platform ke depan, persatuan nasional Idonesia lebih penting dibanding dengan siapa yang akan jadi presiden dan wakil presiden. Itulah sebabnya muncul salah satu pandangan seperti itu,” terang Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI_Perjuangan, Hendrawan Supratikno, kepada media.

Lebih lanjut, usaha ini terus dilakukan oleh koalisi pengusungan pemenangan Joko Widodo. Dan hingga kini belum ada keputusan final. Jadi peluang masih terbuka lebar. Hal ini disebabkan karena juga belum ada tahap deklarasi capres.

Menyikapi hal serupa, lain lagi dengan wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade. Beliau menilai, Joko Widodo menanggapi dan melakukan hal terebut karena takut kalah dengan Prabowo Subianto. Lebih lanjut, Prabowo mengirim utusannya untuk mempertanyakan kelanjutan informasi tawaran tersebut.

Namun demikian, permasalahan tersebut masih perlu dibahas Joko Widodo dan parpol koalisi. Belum ada keputusan final yang sudah benar- benar disepakati. “Komunikasi politik dengan Pak Prabowo Subianto  masih terus berlangsung. Hingga kini pun masih terjadi dan terus berlangsung,” tutup Hendrawan.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here